kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Kementan targetkan produksi beras 20 juta ton di musim tanam I


Senin, 26 Oktober 2020 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (depan) mengunjungi lokasii panen raya padi di Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

"Saat kita mempersiapkan ini [persiapan MT I], kita berhadapan dengan La Nina. Kasarnya, akan ada ancaman banjir, ancaman longsor, dan ancaman kegagalan panen pada daerah-daerah tertentu. Karena airnya banyak, dimana gejala-gejala hama yang mungkin juga muncul saat banjir," jelas Syahrul.

Karena itu, dia mengatakan berbagai upaya antisipasi dan mitigasi dampak La Nina adalah memetakan (mapping) wilayah rawan banjir, lalu early warning system dan rutin memantau informasi BMKG, meluncurkan Brigade La Nina (Brigade DPI-OPT), Brigade Alsin dan Tanam, Brigade Panen dan serap gabah kostraling.

Upaya selanjutnya adalah melakukan pompanisasi in-out dari sawah, rehabilitasi jaringan irigasi tersier/kuarter, menggunakan benih yang tahan air atau genangan, memasifkan asuransi usaha tani padi dan bantuan benih gratis bagi petani yang mengalami puso, serta pasca panen menggunakan dryer/pengering hingga rice milling unit (RMU).

Selanjutnya: Perkuat ketahanan pangan saat pandemi, Kementan dorong pengembangan sagu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×