kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Kementan waspadai penurunan harga Jagung awal 2016


Senin, 28 Desember 2015 / 23:24 WIB
Kementan waspadai penurunan harga Jagung awal 2016


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pertanian mewaspadai penurunan harga komoditas pangan jenis jagung pada bulan Februari sampai dengan Maret tahun 2016.

"Sekarang yang terpenting adalah jagung kita sudah produksi, kami akan mewaspadai penurunan harga pada Februari sampai Maret 2016," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kompleks Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (28/12).

Penurunan harga komoditas pangan jenis jagung pada bulan Februari dan Maret tersebut, kata Amran, patut diwaspadai karena akan terjadi peningkatan produksi pada waktu itu.

"Saat ini harga di tingkat petani Rp 2.700, ini kita harus antisipasi, karena pasti produksi jagung akan lebih tinggi yang dibarengi dengan penurunan harga jagung," ujar dia.

Ketika ditanya mengenai antisipasi apa yang akan dilakukan oleh Kementerian terkait dengan potensi harga jagung yang melemah tersebut, Amran mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Kita bekerja sama dengan Bulog untuk menjadi stabilisator harga nantinya sehingga bukan sebagai provider inti," katanya.

Dari informasi yang dihimpun Antara jagung termasuk dalam salah satu target swasembada pangan Presiden Joko Widodo selain padi dan kedelai.

Harga jagung juga menjadi salah satu faktor penentu harga hewan ternak di pasaran, karena jika harga jagung terutama untuk pakan naik maka akan disertai pula oleh kenaikan harga hewan ternak sehingga secara tidak langsung mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Karenanya itu yang akan kita waspadai jadi jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah," kata dia.

Selain itu, sebelumnya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sektor pangan juga dianggap sebagai penentu tingkat inflasi di Indonesia karena menentukan tingkat daya beli masyarakat selain harga BBM.

"Inflasi itu naik kalau cabai naik, terjadi kekeringan atau hujan terlalu banyak menjelang masa panen yang mau berakhir jadi di kita itu pangan yang menentukan tingkat inflasi," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×