kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kementerian BUMN Dorong Penggunaan Kompor Listrik


Rabu, 21 September 2022 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Kementerian BUMN Dorong Penggunaan Kompor Listrik. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung upaya konversi LPG ke kompor listrik.

Erick mengungkapkan, peningkatan penggunaan kompor listrik menjadi bagian dari eco-lifestyle yang kini terus berkembang.

"Kompor listrik bisa masuk, seperti yang Pak Darmawan dan saya sedang dorong hari ini di apartemen, rumah-rumah yang dibangun BUMN itu kita mendorong kompor listrik," ungkap Erick di Kantor Pusat PLN, Rabu (21/9).

Baca Juga: 300.000 Rumah Tangga Miskin Bakal Dapat Paket Kompor Listrik Gratis

Erick melanjutkan, saat ini pun kelompok masyarakat muda khususnya yang berusia 35 tahun ke bawah akan lebih terbuka pada penggunaan kompor listrik. Meski demikian, Erick menegaskan, peran LPG tidak bisa dihilangkan begitu saja. Pasalnya infrastruktur LPG pun telah berdiri dan menjadi bagian dari perekonomian Indonesia.

Untuk itu, selain secara bersamaan mendorong kompor listrik, alternatif energi lain seperti gasifikasi batubara menjadi Dimetyhl Ether (DME) juga bakal didorong.

"Transisi ini harus kita jaga, jadi keseimbangan LPG, DME dan kompor listrik kita jaga keseimbangannya," imbuh Erick.

Baca Juga: Kemenkeu: Belum Ada Anggaran Khusus untuk Kompor Listrik Gratis

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, konversi LPG ke kompor listrik bisa menghasilkan penghematan biaya Rp 8.000 per kg.

"Dengan adanya penghematan ini kita mengubah energi yang tadinya impor ke energi domestik," jelas Darmawan.

Darmawan mengungkapkan, dalam upaya mendorong program kompor listrik, pihaknya akan memperhatikan aspek keseimbangan komponen yang ada baik itu LPG, DME dan kompor listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×