kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kementerian ESDM: Ekonomi lesu picu lambannya pertumbuhan listrik


Jumat, 06 Maret 2020 / 19:11 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di dekat salah satu tower Transmisi Line 150 kV Malili (Sulawesi Selatan)-Lasusua (Sulawesi Tenggara) di Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Senin (17/2/2020). Kementerian ESDM mengungkapkan lesunya kondisi perekonomian se


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

Tak sampai di situ, Kementerian ESDM juga telah mempertemukan PLN dan pihak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, pariwisata khusus dan sektor perikanan. "(Potensinya) 16-an GW, lebih besar karena lebih banyak dan itu yang harus dikejar sama teman-teman PLN, ada (PLN) regional kan," ujar Rida.

Bahkan Rida mengungkapkan, sejak semula pihaknya telah menyurati sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk Pertamina agar proyek-proyek kilang yang ada menggunakan tenaga listrik dari PLN.

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS) teken kerjasama dengan pengusaha truk Indonesia

Dalam catatan Kontan.co.id, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Abumanan menjelaskan sinkronisasi ini dinilai dapat membantu PLN untuk mengalami pertumbuhan. Kendati demikian, Djoko belum bisa mengemukakan besaran pertumbuhan yang disasar.

Djoko memastikan upaya sinkronisasi telah dimulai pada sejumlah proyek khususnya proyek kilang milik Pertamina seperti Kilang Tuban, Cilacap dan Balongan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×