kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kapal Besar Mulai Perkuat Aktivitas Pelabuhan Patimban


Sabtu, 22 Agustus 2026 / 10:57 WIB
Kapal Besar Mulai Perkuat Aktivitas Pelabuhan Patimban
ILUSTRASI. Ekspor mobil Pelabuhan Patimban (Dok)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, kembali menunjukkan peningkatan kapasitasnya dalam melayani kapal berukuran besar. Hal ini terlihat dari keberhasilan MV Blanco Ace melakukan uji sandar di pelabuhan tersebut.

Kapal jenis Pure Car Carrier (PCC) itu memiliki panjang hampir 200 meter dengan tonase sekitar 72.700 GT. Kapal tersebut mampu mengangkut hingga 5.906 kendaraan dan dalam kunjungannya ke Patimban membongkar sekitar 1.101 unit truk yang sebelumnya berlayar dari Hambantota, Sri Lanka.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapan infrastruktur dan operasional Patimban yang semakin baik.

Menurut Yukki, kemampuan melayani kapal berukuran besar juga menjadi sinyal bahwa Patimban mulai mendapat pengakuan dari pelayaran internasional. Pelabuhan ini dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas angkutan kargo secara aman dan efisien.

Yukki mengatakan, posisi Patimban cukup strategis karena berada dekat dengan pusat industri otomotif dan manufaktur di Jawa Barat. Pengembangan terminal kendaraan dapat mendukung aktivitas ekspor-impor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.

“Industri tidak hanya membutuhkan pelabuhan dengan kapasitas besar. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang memberikan kepastian waktu, efisiensi biaya, konektivitas, digitalisasi, serta akses yang baik dari kawasan industri menuju pelabuhan,” kata Yukki dalam siaran pers, Sabtu (22/8/2026).

Namun, pengembangan pelabuhan tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas bongkar muat. Industri juga membutuhkan kepastian waktu, biaya logistik yang efisien, konektivitas, digitalisasi, serta akses yang baik dari kawasan industri menuju pelabuhan.

Selain layanan otomotif, Patimban juga mulai mengembangkan layanan peti kemas internasional. Perkembangan tersebut menunjukkan pergeseran fungsi Patimban dari pelabuhan yang berfokus pada otomotif menuju gerbang logistik dan rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Yukki menilai, semakin banyaknya kapal dan layanan internasional yang masuk ke Patimban dapat menciptakan skala ekonomi. Kondisi itu berpotensi meningkatkan konektivitas langsung ke pasar global serta memberikan lebih banyak pilihan bagi eksportir, importir, perusahaan pelayaran dan pelaku logistik.

Ia menambahkan, pengembangan Patimban perlu diarahkan untuk kebutuhan jangka panjang. Pelabuhan tersebut diharapkan dapat mendukung daya saing industri, memperkuat ketahanan rantai pasok dan menarik investasi baru.

Menurut Yukki, Patimban juga tidak perlu diposisikan sebagai pesaing pelabuhan lain. Setiap pelabuhan memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing sehingga perlu saling melengkapi dalam membangun jaringan logistik nasional.

“Target akhirnya bukan sekadar semakin banyak kapal yang datang. Ukuran keberhasilannya adalah apakah kehadiran Patimban mampu menurunkan logistics cost, meningkatkan keandalan rantai pasok, memperkuat ekspor, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing Indonesia,” kata Yukki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×