kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.801   20,00   0,12%
  • IDX 8.946   12,64   0,14%
  • KOMPAS100 1.232   5,29   0,43%
  • LQ45 869   4,16   0,48%
  • ISSI 324   1,22   0,38%
  • IDX30 443   0,00   0,00%
  • IDXHIDIV20 518   2,23   0,43%
  • IDX80 137   0,63   0,46%
  • IDXV30 145   1,35   0,94%
  • IDXQ30 142   0,44   0,31%

Kementerian ESDM Pastikan Konflik di Venezuela Tak Ganggu Pasokan Migas RI


Senin, 05 Januari 2026 / 20:19 WIB
Kementerian ESDM Pastikan Konflik di Venezuela Tak Ganggu Pasokan Migas RI
ILUSTRASI. Kementerian ESDM menyatakan konflik geopolitik yang terjadi di Venezuela hingga saat ini belum memberikan dampak terhadap industri migas nasional (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan konflik geopolitik yang terjadi di Venezuela hingga saat ini belum memberikan dampak terhadap industri minyak dan gas bumi (migas) nasional, termasuk pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi global. Namun, sejauh ini kondisi pasokan migas Indonesia dinilai tetap stabil.

“Jadi nanti akan ada pemberitahuan resmi dari jajaran pemerintah yang lebih tinggi, ya. Mungkin dari Pak Menteri. Tapi yang jelas, kondisi di negara saat ini stabil,” ujar Laode saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Menanggapi kekhawatiran potensi kenaikan harga BBM akibat konflik tersebut, Laode menyampaikan hingga saat ini belum terlihat adanya dampak langsung. Pemerintah pun belum melihat indikasi kenaikan signifikan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Situasi Geopolitik Memanas, Pertamina Klaim Aset Migas di Venezuela Tak Terdampak

Laode menambahkan, sumber pasokan minyak mentah Indonesia tidak bergantung pada Venezuela.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode.

Meski demikian, Laode memastikan pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi sebagai bagian dari manajemen risiko menghadapi ketidakpastian global.

“Antisipasi itu selalu ada,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, konflik geopolitik di Venezuela berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik dan transportasi seiring dengan naiknya harga minyak dunia dalam jangka pendek. Dampak tersebut dinilai lebih berpotensi terasa pada harga BBM nonsubsidi.

Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Ishak Razak menilai, operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela sempat memicu kenaikan harga minyak dunia sekitar US$ 2 per barel. Namun, lonjakan tersebut tidak berlangsung lama.

Baca Juga: BPH Migas Pastikan Pasokan BBM dan Avtur Bali Aman Saat Puncak Arus Balik Nataru

Menurut Ishak, dampak konflik Venezuela terhadap pasar minyak global relatif terbatas karena produksi minyak negara tersebut kurang dari 1 juta barel per hari atau di bawah 1% dari total produksi minyak dunia. Selain itu, kondisi pasokan minyak global saat ini masih berada dalam situasi surplus.

“Lagi pula kawasan tersebut tidak terlalu mempengaruhi jalur perdagangan migas global seperti Selat Hormuz,” ujar Ishak kepada Kontan, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, apabila transisi pemerintahan di Venezuela dapat berjalan lancar dan diikuti dengan peningkatan investasi sektor hulu migas, tekanan terhadap harga minyak dunia justru berpotensi mereda.

Namun demikian, bagi Indonesia yang berstatus sebagai negara net importir minyak, kenaikan harga minyak dunia meski bersifat sementara tetap berisiko mengerek biaya logistik dan transportasi.

Kondisi ini pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen, khususnya BBM nonsubsidi, serta berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan.

Baca Juga: Wamen ESDM Optimistis Lifting Minyak 2025 Capai 605.000 Barel

Senada, praktisi migas sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo menilai konflik Venezuela tidak akan berdampak signifikan terhadap pasokan minyak global dalam jangka pendek.

“Dari sisi suplai, dampaknya tidak terlalu besar karena produksi Venezuela relatif kecil, sekitar 800.000 barel per hari,” ujar Hadi kepada Kontan, Senin (5/1/2026).

Meski memiliki cadangan minyak sangat besar yang diperkirakan mencapai 300 miliar barel, Hadi menilai potensi tersebut belum akan memengaruhi pasar minyak dunia dalam waktu dekat. Dinamika politik dan konflik yang terjadi dinilai belum cukup kuat untuk mengganggu keseimbangan pasokan global saat ini.

Selanjutnya: Hartadinata (HRTA) Raih Akreditasi untuk Emas Batangan, Begini Pandangan Analis

Menarik Dibaca: 6 Warna Cat Rumah yang Buat Suasana Lebih Tenang dan Ruangan Cerah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×