kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kementerian ESDM soroti lambatnya penjualan listrik PLN tahun 2019


Rabu, 05 Februari 2020 / 22:08 WIB
ILUSTRASI. Gardu Induk (GI) Ngenang alirkan listriki ke 160 pelanggan di Pulau Ngenang, Batam.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, pemerintah juga akan mempertemukan PLN dengan pengusaha-pengusaha yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Potensi kebutuhan listrik di kawasan tersebut cukup tinggi seiring meningkatnya pertumbuhan aktivitas industri terkait.

"PLN mesti mencari pasar-pasar baru agar penjualan listriknya meningkat dan tidak ada lagi oversuply listrik," kata Rida.

Baca Juga: Sempat gangguan, PLN pastikan listrik di Aceh sudah kembali normal

Di luar itu, Rida juga berpesan supaya PLN bisa mengantisipasi penetrasi energi baru terbarukan (EBT). Pertumbuhan penggunaan pembangkit listrik berbasis EBT pun diharapkan terus meningkat, apalagi Peraturan Presiden (Perpres) Feed in Tarrif EBT ditargetkan pemerintah rampung semester pertama tahun ini.

"Begitu Perpres keluar, PLN harus lebih aktif lagi membeli listrik dari pembangkit EBT," tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×