kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kementerian ESDM targetkan investasi energi mencapai US$ 35,9 miliar tahun ini


Kamis, 09 Januari 2020 / 19:20 WIB
Kementerian ESDM targetkan investasi energi mencapai US$ 35,9 miliar tahun ini
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Pertama di Indonesia Senin (2/5). Kementerian ESDM menargetkan investasi energi mencapai US$ 35,9 miliar pada tahun 2020.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan investasi sektor energi pada tahun 2020 mencapai US$ 35,9 miliar.

Target investasi tersebut terdiri dari sektor migas sebesar US$ 13,8 miliar, sektor listrik US$ 12 miliar, sektor minerba sebesar US$ 7,8 miliar dan energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar US$ 2,3 miliar.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan demi merealisasikan target investasi di 2020, sejumlah langkah akan diupayakan, antara lain peningkatan infrastruktur dan bahan baku.

Baca Juga: Tahun 2020, target produksi batubara 550 juta ton, DMO sebanyak 155 juta ton

"Untuk tingkatkan investasi dalam negeri infrastruktur harus kita sempurnakan yakni ketersediaan energi listrik maupun bahan baku yg tersedia seperti gas," jelas Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (9/1).

Arifin menambahkan, upaya lain yang dilakukan melalui kemudahan akses lahan untuk industri dan pemangkasan regulasi.

Soal pemangkasan regulasi, Arifin memastikan langkah tersebut telah dimulai oleh Kementerian ESDM sehingga regulasi tidak menjadi berbelit-belit. "Kementerian dan Lembaga tak lagi menjadi produsen aturan tapi mendorong percepatan industri," kata Arifin.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi investasi sektor energi di tahun lalu tercatat sebesar US$ 31,9 miliar atau 95,5% dari target yang dicanangkan sebesar US$ 33,4 miliar.

Baca Juga: ICP turun di bawah asumsi, realisasi subsidi energi 2019 lebih rendah dari pagu

Sumbangsih terbesar datang dari sektor migas sebesar US$ 12,5 miliar, disusul sektor listrik sebesar US$ 12 miliar, kemudian sektor minerba sebesar US$ 5,9 miliar dan EBTKE sebesar US$ 1,5 miliar.




TERBARU

Close [X]
×