kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45882,93   -5,57   -0.63%
  • EMAS933.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Kementerian PUPR dorong pemberlakukan SNI Wajib terhadap rangka baja ringan


Selasa, 10 November 2020 / 20:12 WIB
Kementerian PUPR dorong pemberlakukan SNI Wajib terhadap rangka baja ringan
ILUSTRASI. Konstruksi menggunakan baja ringan

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai provinsi. Nah, salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur adalah kesiapan industri hingga sumber daya material konstruksi. 

“Untuk itu industri konstruksi nasional tidak hanya dituntut sigap dalam kuantitas, namun juga kualitas. Dengan memperhatikan jaminan terhadap standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan. Di samping itu industri rantai pasok sumber daya konstruksi nasional juga harus meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri sehingga tidak tergerus dengan keberadaan produk-produk impor,” kata Direktur Jendral Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Trisasongko Widianto melalui keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (10/11).

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun juga menurunkan konsumsi dan utilitas industri baja konstruksi dan baja ringan konstruksi. Data IISA menunjukkan penurunan demand baja global hingga lebih dari 50%. 

Baca Juga: Realisasi penyaluran FLPP mencapai 100.176 unit rumah dengan nilai Rp 10,25 triliun

Lanjut di tingkat nasional, pandemi memberi dampak penurunan produksi hingga mencapai 50% hingga menyebabkan utilisasi berada di kisaran 20% sampai 50%.   

Untuk meningkatkan penggunaan baja ringan ini, Kementerian PUPR telah menyusun strategi, di antaranya adalah dengan mendorong pemberlakuan SNI Wajib terhadap SNI 8399-2017 Rangka Baja Ringan dan mendorong diterbitkannya SNI untuk produk baja ringan lainnya, pengumpulan data produksi riil dan suplai baja ringan konstruksi tiap provinsi.

Sekjen Gapensi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua umum Kadin Andi Rukman N. Karumpa mengapresiasi, apa yang sudah dilakukan pelaku usaha dan pemerintah dalam meningkatkan industri baja ringan nasional. Menurutnya masih sangat banyak peluang yang harus dikembangkan.

Apalagi saat ini inovasi-inovasi pun sudah banyak dilakukan. Dan yang paling penting, upaya meningkatkan permintaan baja ringan nasional ini juga sudah sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo tentang bagaimana  meningkatkan produksi dalam negeri serta pemulihan ekonomi nasional di saat pandemi.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×