kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.984   55,00   0,32%
  • IDX 7.115   -48,86   -0,68%
  • KOMPAS100 980   -8,84   -0,89%
  • LQ45 723   -8,63   -1,18%
  • ISSI 250   -1,45   -0,58%
  • IDX30 394   -4,57   -1,15%
  • IDXHIDIV20 493   -6,01   -1,21%
  • IDX80 111   -0,96   -0,86%
  • IDXV30 135   -1,70   -1,25%
  • IDXQ30 129   -1,23   -0,95%

Kemkominfo disarankan BRTI bikin aturan merger


Kamis, 27 Juni 2013 / 16:35 WIB
Kemkominfo disarankan BRTI bikin aturan merger
ILUSTRASI. Harga Minyak Goreng Hari Ini Masih Rp 14.000 Per Liter, Ini Sanksi Jika Melanggar


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) memastikan tidak akan ikut campur terkait desakan pemangkasan jumlah operator telekomunikasi di Indonesia. Kemkominfo hanya menerima usulan dari sejumlah pihak untuk menyiapkan regulasi jika ada operator yang siap melakukan merger.

Demikian hal itu diungkapkan Gatot S. Dewabroto, Juru Bicara Kemkominfo kepada KONTAN, Kamis (27/6). Dia menjelaskan, kementeriannya sudah menerima usulan dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk membuat Peraturan Menteri (Permen) soal konsolidasi yang akan dilakukan operator telekomunikasi. "Tujuannya, biar ada panduan bagi perusahaan telekomunikasi jika mereka melakukan merger dan akuisisi," ujar Gatot.

Gatot pun menyambut positif usulan BRTI tersebut. Selama ini, kata dia, tidak ada panduan mengenai konsolidasi antaroperator telekomunikasi. "Selama ini aturan terpisah-pisah di Undang-Undang (UU) Telekomunikasi dan UU Monopoli," imbuh dia.

Sayang, Gatot tidak dapat menjelaskan kapan regulasi tersebut dapat keluar. Dia hanya mengimbau jika ada konsolidasi antar perusahaan operator telekomunikasi dipersilakan. "Tidak perlu tunggu Permen, silakan saja konsolidasi berjalan. Asal tidak melanggar aturan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×