kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Kemkominfo: sejak 2009 email pejabat rawan disadap


Kamis, 13 Juni 2013 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Di balik kelebihan furniture kayu, ada juga poin kekurangannya yang perlu Anda perhatikan.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) mengaku tidak kaget mendengar kabar bahwa surat elektronik (email) milik pejabat Negara di Asia termasuk Indonesia rawan disadap.

"Kami tidak kaget sejak empat tahun lalu (tahun 2009) sudah ingatkan bahwa email gratisan seperti Yahoo dan Gmail memang rawan diretas," ujar Gatot S. Dewa Broto, juru bicara Kemkominfo kepada KONTAN, Kamis (13/6).

Meski begitu, Gatot mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan kalau ada pihak pejabat yang merasa emailnya disadap. "Yang ada laporan pencurian data nasabah antar operator," ujarnya.

Sebelumnya, Reuters memberitakan, arus lalu lintas e-mail yang memakai akun email Yahoo dan Gmail bisa dipantau oleh Badan Keamanan Amerika Serikat (AS) atau National Security Agency (NSA ). Berita ini sempat membuat khawatir para pejabat negara di Indonesia, terutama mereka yang sering berkirim surat rahasia melalui akun email Gmail atau Yahoo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×