kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kemperin dukung pengolahan gas alam


Selasa, 03 Maret 2015 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Effnu Subiyanto, Advisor CikalAFA-umbrella, Direktur Koalisi Rakyat Indonesia Reformis Foto:Dok.Pribadi


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Perindustrian mengatakan bahwa gas alam lebih baik diolah menjadi bahan baku industri ketimbang diekspor mentah sebagai komoditas. Selain memberikan nilai tambah, pasokan gas untuk menjadi bahan baku lebih tahan lama ketimbang dijual langsung sebagai komoditas.

Harjanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian mengatakan bahwa pihaknya cadangan gas alam di Papua bisa lebih tahan lama habisnya dan memberikan nilai tambah dibandingkan dijual langsung sebagai komoditas.

Ia mengatakan gas alam di Papua sekitar 2 trilion cubic feet (tcf). "Itu kalau dipakai menjadi bahan baku petrokimia bisa untuk 30-40 tahun. Sedangkan kalau dijual sebagai Liquid Natural Gas (LNG) hanya cukup memasok hingga 15 tahun," ujar Harjanto, Senin (2/3).

Selain itu gas alam bisa memberikan nilai tambah bila diolah menjadi bahan baku industri, ketimbang dijual sebagai gas alam. "Bisa diolah memberi nilai tambah, mengurangi impor, ketimbang dijual mentah," ujar Harjanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×