kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kemtan akhirnya buka keran impor jagung


Minggu, 09 Oktober 2016 / 18:38 WIB
 Kemtan akhirnya buka keran impor jagung


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Klaim Kementerian Pertanian (Kemtan) kalau produksi jagung dalam negeri sudah dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak tampaknya sulit dipertanggungjawabkan. Pasalnya, Kemtan telah mengeluarkan rekomendasi impor jagung sebesar 200.000 ton untuk stok jagung nasional dan untuk kebutuhan pakan ternak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Rekomendasi impor tersebut ternyata sudah dikantongi Perum Bulog sebagai pelaksana impor.

Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kemtan Nasrullah tidak membantah adanya surat rekomendasi impor jagung yang dikeluarkan Kemtan kepada Perum Bulog. Namun ia berdalih, impor tersebut hanya untuk jaga-jaga bila terjadi kelangkaan jagung di pasaran. Nasrullah memastikan kalau jagung yang akan diimpor itu hanya diperuntukan untuk peternak rakyat dan bukan untuk industri.

"Itu hanya untuk stok cadangan nasional dan peruntukan untuk peternak rakyat UMKM," ujar Nasrullah kepada KONTAN, Minggu (9/10).

Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu membenarkan pihaknya telah mengantongi rekomendasi impor jagung sebesar 200.000 ton tersebut. Namun sampai sekarang Bulog belum bisa melakukan tindakan impor karena belum mengantongi Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemdag). "Belum keluar SPI nya," ujarnya.

Namun sayang, Wahyu enggan menjelaskan pihaknya akan mengimpor jagung dari negara mana untuk memenuhi kebutuhan stok jagung nasional. Namun dari pengalaman sebelumnya, Bulog sempat mengimpor jagung dari Amerika Serikat, Ukraina dan Spanyol. Sejauh ini, Bulog menjual jagung seharga rata-rata Rp 3.700 - Rp 3.800 per kilogram (kg) di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×