kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.687   -96,00   -0,54%
  • IDX 6.651   55,46   0,84%
  • KOMPAS100 870   10,65   1,24%
  • LQ45 660   8,25   1,27%
  • ISSI 231   1,80   0,79%
  • IDX30 370   4,57   1,25%
  • IDXHIDIV20 457   6,63   1,47%
  • IDX80 99   1,27   1,30%
  • IDXV30 126   2,53   2,04%
  • IDXQ30 118   1,86   1,59%

Kemtan menampik pinjam jagung dari industri pakan ternak


Kamis, 22 November 2018 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. PRODUKSI JAGUNG


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor jagung saat ini sudah disetujui oleh Kementerian Perdagangan (Kemdag), hanya saja realisasi jagung impor tersebut akan sampai di Indonesia pada awal tahun 2019. Terkait ini Kementerian Pertanian (Kemtan) sempat meminta korporasi untuk menyalurkan jagungnya ke peternak.

Terkait dengan hal itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menyebutkan bukan Kemtan yang meminjam jagung dari koorporasi besar, tapi ini merupakan pengadaan dari Bulog.

“Jadi begini sebenarnya yang meminjam jagung itu bukan kita , tapi Bulog,” kata Ketut di Kementerian Pertanian, Kamis (22/11).

Namun demikian Ketut menegaskan bahwa masalah peminjaman jagung dari korporasi besar tidak perlu dibesar-besarkan. Karena hal mendasar dan merupakan yang terpenting adalah bagaimana ternak bisa mengonsumsi pakannya yang berasal dari jagung.

“Kita tidak perlu membahas mengenai pinjam jagung, tapi yang penting adalah peternak kita dapat jagung. Karena, tolok ukurnya adalah bagaimana peternak kita tetep jalan dan mereka mendapat keuntungan yang wajar sudah itu saja,” tegasnya.

Terkait dengan pengembalian jagung kepada korporasi besar, Ketut pun enggan mengomentari lebih lanjut. Ia menyerahkan hal tersebut kepada Bulog.

“Karena Bulog yang ngadain, jadi yang mengembalikan Bulog sendiri,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×