Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) berupaya mendorong kinerja di paruh kedua tahun ini lewat optimalisasi lini produksi.
Direktur Keuangan BLES Andrew menyatakan prioritas perusahaan saat ini adalah memaksimalkan utilisasi kapasitas yang sudah tersedia, termasuk kapasitas tambahan dari pabrik Banjarnegara.
“Perusahaan masih dapat meningkatkan volume melalui optimalisasi utilisasi lini produksi yang ada, tanpa harus langsung melakukan penambahan kapasitas baru,” ungkap Andrew, kepada KONTAN, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Kapasitas Terpasang Biofuel Baru 22 Juta KL, Aprobi: Butuh Penambahan Investasi
Ia menuturkan, sepanjang semester pertama volume produksi atau penjualan perusahaan juga belum mencapai kapasitas maksimum tahunan.
Karena itu, dengan kapasitas terpasang sekitar 5,6 juta m³ per tahun, perusahaan masih memiliki ruang untuk meningkatkan utilisasi kapasitas yang tersedia yakni berkisar di 60%-70% di semester pertama 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, BLES terpantau berhasil meraih hasil positif. Hingga paruh pertama lalu, BLES tercatat membukukan kenaikan penjualan sebesar 33% year on year (yoy) menjadi Rp847,98 miliar dibandingkan Rp 636,15 miliar pada semester I-2025.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan volume penjualan, perbaikan Average Selling Price (ASP), serta peningkatan efisiensi produksi.
Perusahaan juga berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku melalui pengembangan dan optimalisasi proses produksi yang dilakukan sejak 2025.
Di sisi lain, kontribusi dari kapasitas produksi tambahan dari pabrik Banjarnegara turut mendukung peningkatan volume. Diketahui, pabrik ini mulai beroperasi pada 28 Juli 2025 lalu dengan kapasitas sekitar 965 ribu m³ per tahun.
“Saat ini utilisasinya masih dalam proses peningkatan menuju kapasitas optimal,” tambahnya.
Manajemen pun berupaya terus meningkatkan utilisasi dari pabrik Banjarnegara. Harapannya, kontribusi volume penjualan dan pendapatan dari lini produksi ini bisa terus meningkat.
Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat mencapai Rp 147,08 miliar. Angka ini naik signifikan 1.716% dibandingkan Rp 8,09 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














