kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.810   -18,00   -0,11%
  • IDX 8.116   84,10   1,05%
  • KOMPAS100 1.145   13,24   1,17%
  • LQ45 827   6,22   0,76%
  • ISSI 288   4,53   1,60%
  • IDX30 430   3,49   0,82%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 128   1,24   0,98%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,73   0,53%

Kemtan targetkan tanam 9 juta ha padi sampai Maret


Senin, 07 Desember 2015 / 18:15 WIB
Kemtan targetkan tanam 9 juta ha padi sampai Maret


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri

TANGERANG. Untuk mempercepat dan mendorong petani melakukan penanaman padi, Kementerian Pertanian (Kemtan) menggelar pencanangan tanam padi serempak di seluruh Indonesia.

Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu ini dilakukan melalui kegiatan tanam padi serempak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (7/12).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan tanam padi serempak ini berskala nasional di seluruh indonesia untuk musim tanam Oktober-Maret. Ia menargetkan, dapat menanam 9 juta ha padi sampai bulan Maret 2016.

Ia bilang, tanam serempak ini merupakan bentuk langkah nyata Kemtan dalam mempercepat dan mendorong petani agar mulai melakukan penanaman perdana musim tanam Oktober-Maret 2016.

"Kami harap pada bulan Februari atau awal Maret 2016 nanti sudah mulai panen," ujarnya saat melakukan tanam padi serempak di Tangerang yang didampingi Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Hasil Sembiring dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kemtan, Pending Dadih Permana.

Untuk mensukseskan tanam padi serempak tersebut, Kemtan telah menyiapkan berbagai langkah dan fasilitas yang dibutuhkan petani. Diantaranya sistem irigasi yang bagus dan penambahan alat mesin pertanian (alsintan) di tahun 2016 sebanyak 80.000 unit dari tahun 2015 sebanyak 60.000 unit.

Kemtan pun melakukan upaya memperpendek masa tanam yakni 1-2 bulan dari dulunya tiga bulan karena tanamnya dilakukan secara manual.

"Selain itu, distribusi pupuk pun sudah kami siapkan, sudah kami cek. Alsintan ada hand traktor, transplanter. Irigasi 2,6 juta sudah terealisasi 90%, El nino terparah sepanjang sejarah saja kita sudah lolos. Jadi kita harus yakin, produksi di 2016 melimpah," ujar Mentan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×