kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kenaikan harga acuan daging dan telur ayam diharapkan beri kepastian bagi peternak


Kamis, 13 Februari 2020 / 17:15 WIB
Kenaikan harga acuan daging dan telur ayam diharapkan beri kepastian bagi peternak
ILUSTRASI. Padagang ayam ras di Pasar Kebayoran Lama Jakarta, Rabu (1/6).Kenaikan harga acuan daging dan telur ayam diharapkan beri kepastian bagi peternak.

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengubah harga acuan pembelian dan penjualan daging ayam ras melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020 tentang Harga Acuan Penjualan di tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Dalam beleid tersebut, Kemendag tak hanya mengubah harga acuan daging broiler, pemerintah juga mengatur harga acuan untuk bibit day old chick (DOC) ayam ras pedaging (broiler), dimana harga komoditi ini tak diatur di aturan sebelumnya, yakni dalam Permendag 96/2018.

Baca Juga: Kemendag naikkan harga acuan daging dan telur ayam ras

Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi berharap, peraturan ini dipatuhi semua pihak, dan tidak sekedar aturan di atas kertas, sehingga memunculkan kepastian harga bagi peternak.

“Jika aturan tersebut ditaati, ada kepastian harga jual ayam hidup di tingkat peternak, yang besaranya minimal Rp 19.000, sehingga berdampak positif bagi pembudidaya,” ujar Sugeng kepada Kontan, Kamis (13/2).

Menurut Sugeng, harga acuan pembelian dan penjualan yang ditetapkan dalam aturan tersebut sudah sesuai, mengingat Sarana Produksi Peternakan (sapronak) seperti bibit, pakan, hingga obat-obatan telah selaras.Sugeng menyebut, DOC dan jagung memang komponen yang mempengaruhi biaya produksi ayam.

Baca Juga: Harga telur ayam di 30 daerah kompak naik, tak ada yang turun (11/2)




TERBARU

Close [X]
×