kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Prabowo Sorot Realisasi Program 3 Juta Rumah Lambat, Ini Pemicunya


Senin, 16 Maret 2026 / 16:57 WIB
Prabowo Sorot Realisasi Program 3 Juta Rumah Lambat, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Program 3 Juta Rumah Picu Pertumbuhan Bisnis Properti 2025 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mulai menyoroti lambatnya progres program pembangunan 3 juta rumah. Pemerintah menilai realisasi di lapangan belum sejalan dengan target percepatan yang diharapkan sejak program itu diluncurkan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, Prabowo secara langsung mempertanyakan perkembangan program tersebut dalam pertemuan beberapa minggu lalu.

Menurutnya, kepala negara menilai pembangunan rumah bagi masyarakat masih bergerak lebih lambat dari yang diharapkan.

“Presiden tanya, kenapa program perumahan agak lambat. Kesannya lambat,” ujar Hashim di Jakarta, Senin (16/3/2026), dalam pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia terkait optimalisasi lahan untuk hunian.

Baca Juga: Hashim Beberkan Prabowo Pertanyakan Program 3 Juta Rumah Terkesan Lambat

Program 3 juta rumah merupakan salah satu agenda besar pemerintah untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat. Namun, dalam tahap awal implementasinya, sejumlah hambatan struktural membuat percepatan pembangunan belum terlihat signifikan. 

Hashim menjelaskan, salah satu penyebab utama lambatnya progres adalah faktor kelembagaan. Kementerian yang menangani sektor perumahan baru dibentuk kembali sehingga masih berada dalam fase konsolidasi birokrasi dan penataan organisasi.

“Saya jelaskan terus terang ada masalah birokrasi. Kementerian perumahan kan kementerian baru,” katanya.

Kondisi tersebut membuat berbagai proses administratif, koordinasi antarinstansi, hingga penyusunan kebijakan teknis membutuhkan waktu lebih panjang. Situasi ini ikut memengaruhi kecepatan eksekusi proyek di lapangan.

Selain faktor birokrasi, penyediaan lahan juga menjadi tantangan besar dalam realisasi program hunian berskala nasional tersebut. Pemerintah kini mulai mendorong pemanfaatan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) sebagai salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp 58 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah di Tahun 2026

Dalam konteks itu, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan KAI untuk mengoptimalkan lahan-lahan strategis milik perusahaan tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai kawasan hunian.

Menurut Hashim, kolaborasi lintas sektor, terutama dengan BUMN yang memiliki aset lahan luas, diharapkan bisa mempercepat realisasi program sekaligus menjawab harapan Presiden agar pembangunan rumah berjalan lebih cepat.

Ia optimistis langkah tersebut dapat menjadi titik awal percepatan program yang selama ini dinilai berjalan lambat. “Presiden ingin ini cepat,” kata Hashim. “Dengan partisipasi KAI, saya optimistis program ini segera terwujud.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×