kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kenaikan harga ayam disebut ulah spekulan


Kamis, 11 Juni 2015 / 20:23 WIB
ILUSTRASI. Ucapan tahun baru 2024 bahasa Inggris.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pasokan ayam potong dalam negeri menjelang puasa dan lebaran dinilai sudah cukup, malah kelebihan pasokan. Kendati begitu, setiap kali menjelang lebaran, harga ayam potong tetap saja naik.

Saat ini harga ayam potong di pasaran sudah mencapai Rp 31.000 - Rp 33.000 per kilogran (kg). Harga tersebut lebih tinggi dari harga biasanya sebesar Rp 28.000 per kg.

Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Sigit Prabowo mengatakan kenaikan harga ayam di pasaran tidak dinikmati para peternak ayam. Ia mengambil contoh, pada pekan ini saja harga ayam di tingkat peternak hanya Rp 17.000 - Rp 18.000 per kg.

Dengan harga sebesar itu, Ia bilang, harusnya harga ayam di pasaran berada di sekitar Rp 28.000 per kg atau paling mahal Rp 30.000 per kg.

"Kenaikan harga ini sudah menjadi kebiasaan jelang lebaran. Aneh harusnya pemerintah bisa mengatasinya," ujar Sigit, Rabu (11/6).

Sigit menduga kenaikan harga ayam potong ini karena ulah para spekulan yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk mengambil untung. Karena itu, ia mendorong agar Kemdag segera melakukan operasi pasar sehingga harga bisa turun.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×