Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dapat menekan bisnis emiten transportasi.
Sebagai salah satu penyedia layanan jasa pengurusan transportasi dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menilai sektor logistik pasti akan terpengaruh jika harga BBM terkerek.
"Penyedia jasa logistik perlu jeda waktu untuk penyesuaian rate (tarif). Ini berlaku untuk semua pemain logistik, tidak ada yang mendapat manfaat lebih dari yang lain," kata Presiden Direktur Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto kepada Kontan, Selasa (31/3/2026).
Sebaliknya, Prodjo memperkirakan perdagangan melalui kanal digital seperti e-commerce akan meningkat. Pengiriman barang juga diproyeksi akan meningkat, seiring konsumen yang dinilai akan mengurangi mobilitas dalam membeli barang.
Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Tarik Fasilitas Kredit untuk Ekspansi Armada Baru
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi tekanan ke bisnis, ASSA akan mempercepat proses transformasi digitalisasi.
Tak hanya itu, Prodjo bilang, proses efisiensi di segala lini bisnis akan dioptimalkan agar dapat menjaga kinerja yang tetap bertumbuh pada kondisi krisis.
Prodjo melanjutkan, tahun ini ASSA mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,5 triliun hingga 1,6 triliun yang mayoritas untuk pembelian armada kendaraan.
Melihat sentimen yang ada, ASSA pun membidik pertumbuhan kinerja yang lebih moderat tahun ini. "Meskipun target pertumbuhan tetap ada, tetapi lebih konservatif, mengingat risiko ke depan yang penuh ketidakpastian," imbuhnya.
Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Siapkan Strategi untuk Perkuat Bisnis Logistik
Prodjo menambahkan, dampak perang Timur Tengah akan berpengaruh terhadap perekonomian dan perdagangan global secara umum, terutama lebih kepada industri yang menggunakan bahan baku impor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













