kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.983   -10,00   -0,06%
  • IDX 9.141   6,70   0,07%
  • KOMPAS100 1.259   -4,11   -0,33%
  • LQ45 889   -3,69   -0,41%
  • ISSI 334   0,02   0,01%
  • IDX30 455   -0,18   -0,04%
  • IDXHIDIV20 539   1,10   0,20%
  • IDX80 140   -0,58   -0,41%
  • IDXV30 149   0,37   0,25%
  • IDXQ30 146   0,15   0,11%

Adhi Karya (ADHI) Bidik Kontrak Baru Rp 23,8 Triliun pada 2026, Fokus ke Bisnis Inti


Selasa, 20 Januari 2026 / 11:38 WIB
Adhi Karya (ADHI) Bidik Kontrak Baru Rp 23,8 Triliun pada 2026, Fokus ke Bisnis Inti
ILUSTRASI. ADHI menargetkan kontrak baru Rp 23,8 triliun pada 2026, naik 31% dari 2025. (Dok/ADHI)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) optimistis menatap prospek bisnis sepanjang 2026. Emiten BUMN karya ini menargetkan kontrak baru sebesar Rp 23,8 triliun, lebih tinggi 31,49% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya senilai Rp 18,1 triliun.  

Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk Rozi Sparta mengatakan, ADHI menargetkan perolehan kontrak baru pada 2026 sebesar Rp 23,8 triliun, dengan fokus utama masih pada lini bisnis engineering & konstruksi. 

Menurut Rozi, arah strategi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong BUMN karya untuk kembali memperkuat core business masing-masing. 

Baca Juga: Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Melonjak di November 2025, Dominasi Proyek Gedung

“ADHI fokus pada penguatan core business konstruksi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. ADHI mendukung pembangunan nasional dengan tetap mempertimbangkan risiko yang terukur untuk keberlanjutan Perseroan,” ujar Rozi, kepada Kontan.co.id, Senin (19/1/2026). 

Dari sisi prospek industri, ADHI melihat peluang pertumbuhan sektor konstruksi masih terbuka lebar pada 2026. Hal ini didorong oleh besarnya belanja negara serta kebutuhan infrastruktur dasar dan sosial yang terus meningkat.

Dengan demikian, ADHI optimistis industri konstruksi masih memiliki ruang pertumbuhan, dengan tetap memperhatikan selektivitas proyek, pengelolaan risiko, dan keberlanjutan usaha.

Perseroan melihat bahwa fokus pemerintah pada program prioritas, dikombinasikan dengan besarnya belanja negara dan kebutuhan infrastruktur dasar maupun sosial, memberikan peluang yang berkelanjutan bagi industri konstruksi pada tahun 2026.

Baca Juga: Upaya Adhi Karya (ADHI) Pertahankan Capai Kinerja Positif hingga Tutup Tahun 2025

Sementara itu, terkait kondisi keuangan, ADHI memastikan struktur permodalan dan likuiditas tetap dikelola secara prudent. 

“ADHI terus mengelola struktur permodalan dan likuiditas secara prudent didukung dengan operational excellence untuk keberlanjutan Perseroan. Hingga saat ini, belum ada rencana aksi korporasi,” kata Rozi.

Namun sayang, Rozi belum bisa memerinci terkait perolehan kontrak baru di periode kuartal pertama tahun ini, sebab beberapa proyek masih berada dalam proses tender. 

Pada 2025, ADHI berhasil membukukan total kontrak baru sebesar Rp 18,1 triliun, melampaui target revisi RKAP 2025 sebesar Rp 17 triliun.

Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari 91% engineering & construction, 5% manufacture, 3% property & hospitality, dan 1% investment & concession. Dari sisi tipe pekerjaan, 43% berasal dari proyek gedung, 15% infrastruktur sumber daya air, 14% jalan & jembatan, dan sisanya proyek lainnya.

Adapun dari sumber pendanaan, 69% kontrak berasal dari pemerintah, 23% dari BUMN, dan sisanya dari sektor swasta.

Selanjutnya: Panas Politik, Ekspor Magnet Tanah Jarang (Rare Earth) China ke Jepang Tersendat

Menarik Dibaca: Harga Spesial Promo Es Teler 77, Makan Bertiga Cuma Rp 70 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×