kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kenaikan harga tidak berkorelasi terhadap demand produk Catur Sentosa Adiprana (CSAP)


Rabu, 24 Oktober 2018 / 18:08 WIB
Kenaikan harga tidak berkorelasi terhadap demand produk Catur Sentosa Adiprana (CSAP)
ILUSTRASI. Gerai baru Mitra10


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) mengaku sudah menerapkan kebijakan peningkatan harga untuk beberapa produk. Hal ini terkait dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS dan kebijakan peningkatan pajak impor.

Idrus H Widjajakusuma, Sekretaris Perusahaan CSAP menyampaikan perusahaan telah meningkatkan harga jual beberapa produk dilevel 5%. Namun demand terhadap produk tersebut nyatanya masih cukup baik, alias tidak berdampak pada daya beli.

"Demandnya masih cukup bagus dengan kenaikan dibawah 5% tidak akan ganggu operasional kami. Demand terhadap produk granite tile, furniture juga tumbuh bagus semua," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (24/10).

Perusahaan mau tak mau meningkatkan harga jual khususnya untuk produk berbahan baku impor. Pasalnya selain karena nilai kurs yang melemah, perusahaan juga harus membayar impor duty dan prepaid impor tax yang lebih tinggi dari sebelumnya. "Harga jual perlahan kelihatannya kami harus menaikan, tetapi tidak lebih dari 5% karena faktor kurs, impor duty yang naik dan prepaid impor tax," lanjutnya.

Saat ini pertumbuhan penjualan sampai kuartal III, baik gerai Mitra 10 dan Atria tumbuh di level dua digit. Termasuk kontribusi demand terhadap produk impor dan produk private label berbasis impor yang saat ini mencuil 20% dari total produk yang dijual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×