kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Keputusan Blok Mahakam Keluar Semester I/2010


Minggu, 11 Oktober 2009 / 20:25 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Pemerintah masih membahas surat perpanjangan kontrak kerja sama (KKS) blok Mahakam. Menurut Wakil Kepala Badan Pelaksana hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Hadi Purnomo keputusan pemerintah terhadap blok Mahakam akan keluar pada semester I tahun 2010.

"Itu (blok Mahakam) kan masih lama habis masa waktunya masih 2017. Namun akan kita putuskan secepatnya," ujar Hadi pada akhir pekan lalu.

Seperti yang diketahui, Kontrak Blok Mahakam untuk Total dan Inpex akan berakhir pada tahun 2017. Pihak Total dan Inpex sudah mengajukan perpanjangan ijin untuk menjadi operator blok tersebut. Namun, Pertamina berniat untuk mengakuisisi sebagian saham blok Mahakam yang saat ini dikuasai oleh PT Total E&P Indonesia dan Inpex. Tahun 2017, Pertamina menargetkan akan menjadi operator blok migas di Kalimantan Timur itu.

Saat ini, blok Mahakam, sebagian sahamnya dimiliki oleh Total Indonesia dan 50% dimiliki oleh Inpex dengan pangsa ekspor ke Jepang. Pertamina mau mengambil alih blok Mahakam untuk memperkuat kepemilikan perusahaan nasional dalam industri minyak dan gas bumi.

Saat ini, tingkat produksi minyak mentah Pertamina naik 7,1% dari target semula 171.900 barel per hari (bph) menjadi 184.158 bph. Kenaikan itu berasal dari PT Pertamina EP sebesar 136.504 bph dan PT Pertamina Hulu Energi sebesar 47.654 bph.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×