kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kerek Harga Mutiara Indonesia, Harus Ada Standarisasi


Selasa, 27 Juli 2010 / 11:55 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Eksportir mutiara rupanya belum bisa menggarap hasil kedukan laut Indonesia itu dengan maksimal. Tanpa adanya pengolahan lebih lanjut, mutiara tersebut tetap dilempar ke pasar ekspor sehingga tidak memberikan nilai lebih bagi pembudidaya.

"Banyak mutiara yang tidak berkualitas; termasuk yang belum diolah namun tetap diekspor dengan cara banting harga," kata Saut Hutagalung, Direktur Bidang Pemasaran Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Selasa.(27/7).

Menurut Saut, karena kualitas mutiara rendah, maka di pasar ekspor pun mutiara tersebut dibungkus dengan harga yang rendah pula. Bahkan, pengusaha mutiara banyak yang memangkas harga. "Seharusnya ini tidak terjadi, dan segera harus ada standar yang berkualitas ekspor yang ditetapkan oleh asosiasi pengusahanya," jelas Saut.

Sayangnya, pengusaha budidaya mutiara di dalam negeri belum menyadari pentingnya standar untuk meningkatkan daya tawar harga mutiara dari Indonesia. "Pengusaha mutiara saling banting harga, dan ini tentu akan menguntungkan pembeli dari luar negeri," jelasnya.

Saut menghitung, adanya standarisasi ekspor mutiara merupakan jawaban agar nilai mutiara bisa dilepas dengan harga yang lebih tinggi. "Saatnya pengusaha menyusun standar mutiara untuk ekspor itu kemudian diajukan ke pemerintah untuk dibuat aturan standarnya," tambah saut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×