kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Kerugian Akibat Illegal Fishing Mencapai Puluhan Triliun


Rabu, 13 Mei 2009 / 12:32 WIB


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Industri perikanan Indonesia saat ini menghadapi masalah pelik yang berkaitan erat dengan illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal. Pasalnya, praktek illegal fishing menyebabkan potensi ikan nasional yang mencapai puluhan triliun menguap begitu saja.

Departemen Kelautan dan Perikanan menyebutkan, jika per tahunnya Indonesia kehilangan Rp 40 triliun akibat praktek tidak bertanggungjawab ini, maka dalam 32 tahun terakhir, kerugian yang dialami Indonesia mencapai US$ 209 miliar.

Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Aji Sularso menilai, jika omzet perikanan nasional per tahun Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun, maka jika illegal fishing dibasmi, angkanya diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 140 triliun. Asumsinya, per tahun produksi perikanan tangkap sekitar 5 juta ton dan budidaya 4 juta-5 juta ton. Sedangkan harga ikan rata-rata berkisar Rp 10 ribu per kilogram (kg).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×