kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kesepakatan Tarif RI-AS Tersendat, ESDM Sebut Tetap Siap Impor Migas AS


Kamis, 11 Desember 2025 / 13:23 WIB
Kesepakatan Tarif RI-AS Tersendat, ESDM Sebut Tetap Siap Impor Migas AS
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kesiapan badan usaha migas di bawah koordinasinya untuk mengimpor minyak dan gas bumi dari Amerika Serikat (AS), meski proses negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat dikabarkan berpotensi mandek akibat pelanggaran komitmen oleh Indonesia.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan, kementeriannya tidak terlibat langsung dalam perundingan dagang tersebut. Ia menegaskan keputusan teknis, termasuk skema dan volume impor, sepenuhnya berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Itu kan pembahasannya di Kemenko Perekonomian. Jadi di sana yang membahas proses resiprokalnya. Kalau kita di Kementerian ESDM, pada dasarnya badan usaha siap saja kalau sudah diambil keputusan,” kata Laode di Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga: IMA Soroti Ketidakadilan dalam Penerapan Denda Tambang di Kawasan Hutan

Laode menambahkan kegiatan impor sudah lazim dilakukan oleh badan usaha sektor migas. Bedanya, kali ini sebagian volume akan diarahkan untuk dipasok dari AS.

“Tinggal hitung-hitungannya saja sebenarnya berapa volume yang mau diiniin,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Kontan, isu batalnya kesepakatan mencuat setelah laporan yang menyebutkan bahwa Perjanjian Dagang AS–Indonesia yang dicapai pada Juli 2025 berisiko gagal.

Indonesia disebut dianggap mengingkari beberapa komitmen yang telah disepakati sebagai bagian dari kerja sama dagang tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×