kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kimia Farma harapkan penurunan harga BBM


Rabu, 09 Desember 2015 / 20:26 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perusahaan farmasi mengharapkan pemerintah mempertimbangkan pemangkasan harga bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak mentah dunia turun sebesar 36,55% menjadi US$ 38,05 per barel pada 9 Desember 2015 dari US$ 59,97 per barel (year to date).

Rusdi Rosman, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), menilai harga jual BBM sudah seharusnya turun mengikuti penurunan hanya minyak mentah dunia. Pasalnya, BBM menjadi faktor kenaikan beban pokok penjualan alias cost of goods sold (COGS) farmasi karena perusahaan membutuhkan solar untuk produksi obat di pabrik.

“Harga jual BBM harus turun sesuai dengan persentase penurunan harga minyak mentah dunia,” kata Rusdi, kepada KONTAN, Rabu (9/12). Saat ini, penggunaan BBM berkontribusi di bawah 5% terhadap COGS, sedangkan gaji karyawaran berkontribusi paling besar atau sekitar 7,5%-11% terhadap COGS.

Harapannya, penurunan harga BBM akan memperlonggar biaya operasional sehingga perusahaan dapat mengalihkan penghematan biaya tersebut untuk penggunaan produksi lainnya. Rusdi menambahkan, penurunan BBM akan memacu kenaikan daya beli konsumen yang ujungnya membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×