kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Kimia Farma harapkan penurunan harga BBM


Rabu, 09 Desember 2015 / 20:26 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perusahaan farmasi mengharapkan pemerintah mempertimbangkan pemangkasan harga bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak mentah dunia turun sebesar 36,55% menjadi US$ 38,05 per barel pada 9 Desember 2015 dari US$ 59,97 per barel (year to date).

Rusdi Rosman, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), menilai harga jual BBM sudah seharusnya turun mengikuti penurunan hanya minyak mentah dunia. Pasalnya, BBM menjadi faktor kenaikan beban pokok penjualan alias cost of goods sold (COGS) farmasi karena perusahaan membutuhkan solar untuk produksi obat di pabrik.

“Harga jual BBM harus turun sesuai dengan persentase penurunan harga minyak mentah dunia,” kata Rusdi, kepada KONTAN, Rabu (9/12). Saat ini, penggunaan BBM berkontribusi di bawah 5% terhadap COGS, sedangkan gaji karyawaran berkontribusi paling besar atau sekitar 7,5%-11% terhadap COGS.

Harapannya, penurunan harga BBM akan memperlonggar biaya operasional sehingga perusahaan dapat mengalihkan penghematan biaya tersebut untuk penggunaan produksi lainnya. Rusdi menambahkan, penurunan BBM akan memacu kenaikan daya beli konsumen yang ujungnya membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×