kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.979   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

KKP Garap Modernisasi 4.582 Kapal Perikanan, Tahap Awal Dibiayai Pinjaman Inggris


Jumat, 03 Juli 2026 / 11:22 WIB
KKP Garap Modernisasi 4.582 Kapal Perikanan, Tahap Awal Dibiayai Pinjaman Inggris
ILUSTRASI. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. (KONTAN/Youtube KKP)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai merealisasikan program modernisasi 4.582 kapal perikanan untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional. 

Pada tahap awal, sebanyak 1.582 kapal akan dibangun hingga 2028 dengan pembiayaan melalui pinjaman Pemerintah Inggris.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan pembangunan kapal modern tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah menargetkan 50 unit kapal dapat rampung pada akhir 2026 sebagai langkah awal pelaksanaan program.

Baca Juga: Kementerian Komdigi Periksa 14 Layanan Apple, Uji Kepatuhan Aturan Perlindungan Anak

"Saat ini yang dimodernisasi bisa dikatakan nol, masih belum. Ya, 1.582 itu dibiayai dari pinjaman luar negeri dari Pemerintah Inggris yang sekarang sedang dalam proses perencanaan. Mudah-mudahan kita targetkan sampai akhir tahun itu jadi 50 unit. Selebihnya, sampai dengan akhir tahun 2028, 1.582 bisa selesai," ujar Trenggono usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Hanya saja, Trenggono belum membeberkan nilai pinjaman yang akan digunakan untuk membiayai proyek tersebut. 

Menurut Trenggono, setelah tahap pertama selesai, pemerintah akan melanjutkan modernisasi secara bertahap hingga mencapai target total 4.582 kapal perikanan.

Trenggono menjelaskan modernisasi armada dilakukan karena sebagian besar kapal penangkap ikan di Indonesia masih menggunakan bahan kayu. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan kualitas hasil tangkapan belum mampu bersaing secara optimal di pasar internasional.

Baca Juga: Agrinas Jaladri Rombak Direksi, Bidik Penguatan Bisnis Perikanan

"Kalau dibandingkan antara produksi dengan ekspor, ekspornya cuma sekitar US$ 6,2 miliar per tahun dalam lima tahun terakhir. Sementara produksi kita mencapai sekitar 13 juta ton. Kualitas tangkapan kita masih belum baik. Atas dasar itu Bapak Presiden memberikan direction kepada kita agar dimodernisasi," ujarnya.

Ia mengatakan, kapal-kapal baru akan menggunakan material baja, dibekali teknologi modern, serta alat tangkap yang ramah lingkungan agar kualitas hasil tangkapan meningkat dan nilai tambah sektor perikanan dapat terdongkrak.

Trenggono menyebut secara keseluruhan, KKP menargetkan modernisasi 4.582 kapal yang terdiri dari 4.515 kapal penangkap berukuran 10 GT hingga 1.500 GT dan 67 kapal pengangkut berukuran 200 GT hingga 2.500 GT.

KKP memperkirakan program tersebut mampu menghasilkan produksi ikan hingga 2,3 juta ton per tahun dan menyerap sekitar 58.000 awak kapal. 

Pemerintah juga menargetkan modernisasi armada dapat meningkatkan devisa ekspor, penerimaan pajak, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor kelautan dan perikanan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengatakan pihaknya telah menyetujui pagu indikatif KKP sebesar Rp15,6 triliun pada 2027, meningkat dari anggaran 2026 sebesar Rp 13 triliun. 

Baca Juga: Multi Medika (MMIX) Kantongi Pesanan Maklon Sehari Setelah Rilis Pabrik Baru

Tambahan anggaran itu diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas, termasuk modernisasi kapal perikanan.

"Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung program kerja prioritas nasional yang dicanangkan oleh presiden di sektor kelautan dan perikanan agar benar-benar menjawab kebutuhan daerah sesuai dengan karakteristik wilayahnya," kata Titiek.

Menurut Titiek, dukungan anggaran bagi wilayah pesisir akan diarahkan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, modernisasi kapal perikanan, penguatan sarana produksi, pengolahan hasil perikanan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan ekonomi nelayan. 

Ia menegaskan DPR akan terus mendorong program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×