kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Komoditas akan menjadi penopang pertumbuhan dunia


Rabu, 04 Januari 2012 / 22:30 WIB
Komoditas akan menjadi penopang pertumbuhan dunia
ILUSTRASI. Promo KFC periode 26-28 Januari 2021 menawarkan 9 potong ayam mulai dari harga Rp 95.455. Dok: Instagram KFC


Reporter: Dani Prasetya, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MINNEAPOLIS. Komoditas berupa material mentah akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dunia setelah selama tiga tahun mengalami keterpurukan. Itu disebabkan oleh tingginya permintaan komoditas hingga ke level tertinggi oleh negara berkembang.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Bloomberg terhadap 143 analis, salah satu komoditas yang akan bersinar adalah logam mulia. Komoditas ini diramal akan naik 27%. Sedangkan industri logam diprediksi tumbuh 17% dan komoditas biji-bijian seperti padi sekitar 5%.

Sementara, harga emas diprediksi akan kembali mencapai rekor dengan lonjakan 33% menjadi US$ 2.140 per troy ounce pada 2012. Demikian pula halnya dengan komoditas perak dengan peningkatan 44% menjadi US$ 42,20 per troy ounce. Sementara seng akan menjadi komoditi dengan catatan harga terbaik di industri logam. Sebab, logam itu diperkirakan naik 28% menjadi US$ 2.400 per metrik ton.

Untuk komoditi perkebunan, kopi arabika yang jadi pilihan Starbuck Corp akan memiliki performa terbaik di antara keseluruhan komoditas. Biji kopi diprediksi bakal naik 22% menjadi US$ 2.725 per ons.

Kepala Investasi Strategis Wells Capital Management Minneapolis James Paulsen mengutarakan, pendongkrak terbesar peningkatan komoditas berasal dari negara ekonomi baru. Pada paruh pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi negara-negara pemimpin ekonomi baru memang mengalami perlambatan. Namun, pada pertengahan tahun selanjutnya, negara-negara tersebut kembali berakselerasi.




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×