kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kompor Gas Lokal Siap Bersaing dengan Produk China


Kamis, 07 Januari 2010 / 09:19 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati

AKARTA. Asosiasi Produsen Kompor Gas Indonesia (Apkogi) mengaku tidak khawatir dengan kemungkinan membanjirnya kompor gas buatan China di Indonesia pasca dibukanya keran perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China sejak 1 Januari lalu.

Ketua Umum Apkogi Triantoni, berani menjamin bahwa kualitas kompor gas lokal jauh lebih baik ketimbang kompor gas buatan negeri Tirai Bambu.

"Memang harga kita masih lebih mahal dibanding buatan China. Tapi orang yang membeli kompor gas kan sangat mengutamakan faktor safety. Silakan saja membeli dengan harga murah, tapi cepat rusak atau bocor," kata Toni, Rabu (6/1).

Selain faktor kualitas, Toni juga memastikan bahwa kompor gas impor tidak akan pernah bisa memenuhi Standar Nasional Indonesia yang ditetapkan Departemen Perindustrian.

"Selain itu juga ada kewajiban Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk kompor gas sebanyak 47%. Nah, produksi anggota kita sudah mengandung TKDN lebih dari syarat minimum tersebut," tambahnya.

Saat ini anggota Apkogi tercatat sebanyak 42 perusahaan. 35 di antaranya rajin mengikuti pengadaan paket kompor gas sebanyak 42 juta unit yang menjadi program konversi minyak tanah ke elpiji oleh pemerintah sepanjang 2006 sampai 2009.

"Untuk 2010 diharapkan ada 10 juta unit kompor lagi yang di tenderkan. Selain menggarap pasar yang reguler, kami juga menggarap program konversi ini," kata Toni.

Namun Toni mengakui di luar pekerjaan pengadaan kompor gas satu tungku oleh PT Pertamina (Persero) tersebut, daya serap pasar dalam negeri jauh lebih rendah dibanding kemampuan kapasitas produksi produsen dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×