Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT LAPI ITB mengungkap hasil kajian terbaru yang menunjukkan konektivitas digital semakin berperan sebagai penggerak ekonomi nasional.
Dalam riset tersebut, Telkomsel disebut memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pemberdayaan UMKM, hingga pemerataan akses layanan digital di berbagai wilayah Indonesia.
Kajian dilakukan menggunakan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan terhadap pelaku usaha untuk melihat hubungan antara pembangunan infrastruktur digital dengan aktivitas sosial-ekonomi di berbagai daerah.
Baca Juga: Digital dan AI Disebut Jadi Mesin Utama Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, mengatakan konektivitas digital kini tidak lagi sekadar layanan komunikasi, melainkan sudah menjadi infrastruktur ekonomi yang berkaitan langsung dengan produktivitas dan pertumbuhan daerah.
"Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah," ujar Yusmar, Selasa (26/5/2026).
Hasil kajian menunjukkan pembangunan infrastruktur Telkomsel berkorelasi dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional.
Secara estimasi, setiap penambahan satu BTS berkaitan dengan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp76,19 miliar. Sementara peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte diperkirakan berkorelasi terhadap kenaikan PDRB Rp 9,44 miliar.
Dari sisi penerimaan negara, sektor ini diperkirakan memberikan kontribusi hingga Rp36,97 triliun sepanjang 2024.
Kajian tersebut juga menyoroti dampak konektivitas digital terhadap pelaku UMKM, terutama di wilayah nonperkotaan.
Baca Juga: Swasta Jadi Mesin Ekonomi 2026: Ekonomi Bangkit, Tantangan Struktural Membayangi
Berdasarkan hasil survei, adopsi layanan digital berkorelasi dengan kenaikan omzet usaha rata-rata 32%. Tingkat kepuasan pengguna layanan digital juga tercatat mencapai 92%.
Temuan ini memperlihatkan konektivitas digital mulai menjadi katalis peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal, khususnya UMKM yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pasar dan layanan digital.
Dalam aspek pemerataan akses, kajian mencatat peran operator nasional dalam mendukung pembangunan BTS program BAKTI di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga 2024, sekitar 92,4% BTS BAKTI di wilayah 3T disebut mendapat dukungan melalui skema Universal Service Obligation (USO).
Perluasan jaringan tersebut dinilai membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi digital yang sebelumnya sulit dijangkau.
Baca Juga: Langkah Pemerintah Mendorong Swasta Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Belum Cukup Kuat
Selain itu, ekosistem Telkomsel juga diperkirakan berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan analisis ekonomi dalam kajian tersebut, aktivitas sektor ini berkontribusi terhadap lebih dari 685 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Meski demikian, PT LAPI ITB menegaskan hasil kajian ini bersifat estimasi berdasarkan metodologi tertentu dan tidak dimaksudkan untuk mengatribusikan seluruh dampak ekonomi kepada satu pelaku industri.
Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Ian Josef Matheus Edward, mengatakan interpretasi hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual.
“Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual,” ujar Edward.
PT LAPI ITB juga menegaskan kajian ini tidak membandingkan antaroperator, melainkan berfokus pada pemahaman mengenai peran konektivitas digital dalam ekosistem pembangunan nasional.
Sumber: https://jabar.tribunnews.com/news/1174079/konektivitas-digital-berkontribusi-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-dan-pemerataan-akses-di-indonesia?page=all.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













