kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   21,15   2.82%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 1.15%
  • RD.CAMPURAN 0.62%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.32%

Konstruksi perpanjangan jalan tol BSD akan dimulai tahun ini


Rabu, 29 Januari 2020 / 17:03 WIB
Konstruksi perpanjangan jalan tol BSD akan dimulai tahun ini
ILUSTRASI. Konstruksi perpanjangan jalan tol BSD akan dimulai tahun ini.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. PT Bintaro Serpong Damai (BSD), cucu usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menargetkan perpanjangan akses hingga area Taman Tekno bisa mulai konstruksi tahun ini. Adapun saat ini pihaknya masih melakukan studi sembari mengajukan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Direktur Operasional Bintaro Serpong Damai Kristianto menyebutkan rencana tersebut masih dalam proses studi dan desain. "Karena masih harus terkoneksi dengan perkembangan jaringan lainnya dan kami intens berkomunikasi dengan BPJT dan Bina Marga untuk persiapan hal tersebut," ujarnya di Tangerang, Rabu (29/1).

Baca Juga: Tarif tol Pondok Aren - Serpong naik per 31 Januari 2020, ini daftar harganya

Kristianto berharap di tahun ini bisa ada keberlanjutan yang nyata atas rencananya tersebut. Dengan begitu, masih belum jelas berapa panjang proyek perpanjangan atau ekstensi tol BSD yang mana saat ini memiliki panjang 7,25 kilometer (km).

Menurutnya, untuk saat ini rencana tersebut akan dikerjakan sendiri BSD. Karenanya, belum akan melibatkan mitra.

Asal tahu saja, BSD dalam mengembangkan tol sebelumnya menggandeng Japan Expressway International Co Ltd (JEXWAY) dan West Nippon Expressway Co Ltd (W-NEXCO).

Dalam kolaborasi pengelolaan ruas tol Bintaro Serpong Damai (BSD), JEXWAY dan W-NEXCO bersama-sama akan memiliki total 4,18% saham dari seluruh saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh dalam BSD.

Selanjutnya Nusantara Infrastructure akan mempertahankan kepemilikannya atas total 88,94% saham Nusantara Infrastructure melalui PT Marga Utama Nusantara (MUN) di tol BSD.

Walaupun begitu, kata Kristianto, pihaknya tetap membuka kemungkinan apabila ada investor yang ingin masuk, hanya saja sebatas membantu dalam teknis. "Soal kepemilikan akan dimiliki oleh BSD dan Grup Nusantara Infrastructure," lanjutnya.

BSD juga tak memberikan jaminan khusus kepada mitranya saat ini atas rencana tersebut. Menurutnya, banyak investor yang melirik. "Jadi, selama saling menguntungkan kenapa tidak," lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan menyebutkan bahwa rencana perpanjangan akses tol BSD masuk dalam rencana tahun ini. Adapun untuk rencana tersebut emiten dengan kode saham META di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memproyeksikan kebutuhan investasinya mencapai Rp 2,5 triliun.

Secara operasional, sepanjang 2019 Tol BSD mencatat trafik kendaraan tumbuh 2% secara year on year (yoy). Per hari, BSD mencatat trafik mencapai 85.000 - 87.000 kendaraan yang melintas.

Baca Juga: Nusantara Infrastructure (META) proyeksikan trafik kendaraan menurun

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×