kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

KRL Jabodetabek Overkapasitas hingga 161%, KAI Siapkan Penambahan Infrastruktur


Rabu, 03 Juni 2026 / 23:34 WIB
KRL Jabodetabek Overkapasitas hingga 161%, KAI Siapkan Penambahan Infrastruktur
ILUSTRASI. KRL Commmuterline (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi kepadatan layanan KRL Jabodetabek yang telah melampaui kapasitas ideal operasional, terutama pada jam sibuk di sejumlah lintas utama.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan, tingkat okupansi KRL Jabodetabek saat ini berada di kisaran 128% hingga 161% pada lintas tertentu. Kondisi terpadat terjadi di lintas Rangkasbitung, disusul Bekasi dan Bogor.

Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Akhirnya Balikkan Rugi jadi Laba Rp123,6 Miliar

"Kalau kita lihat kapasitas optimalisasi sarana dan prasarana di Jabodetabek saat ini, okupansi mencapai 128% sampai 161%. Jalur Rangkasbitung pada jam sibuk sudah mencapai 161%. Jika digambarkan, dalam satu meter persegi bisa terdapat hingga delapan orang. Bekasi sekitar 140% dan Bogor sekitar 130%. Jadi ini sudah sangat padat sekali," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Rabu (3/6/2026).

Menurut Bobby, KRL Jabodetabek saat ini melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat, jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 1,5 juta sampai 1,6 juta penumpang per hari pada 2030.

Karena itu, KAI menargetkan peningkatan kapasitas angkutan secara bertahap untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di masa mendatang.

Baca Juga: Soal Rencana Holding BUMN Farmasi, Ini Respon Kimia Farma (KAEF)

"Saat ini KRL Jabodetabek mengangkut sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Untuk tahun 2030 kami harus menyiapkan kapasitas paling tidak 1,4 juta penumpang, bahkan kami melihat potensinya bisa mencapai 1,5 juta hingga 1,6 juta penumpang per hari," jelasnya.

Untuk mendukung target tersebut, KAI tidak hanya berfokus pada penambahan armada, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung.

Bobby menegaskan bahwa peningkatan kapasitas rangkaian kereta harus diimbangi dengan kesiapan sistem kelistrikan dan persinyalan.

Ia menjelaskan, sejumlah lintas utama saat ini masih memiliki keterbatasan daya listrik yang menjadi kendala dalam pengoperasian rangkaian dengan kapasitas lebih besar.

"Rangkasbitung saat ini daya listriknya baru sekitar 3.000. Bogor dan Bekasi masing-masing sekitar 4.000. Karena itu rangkaian SF12 belum bisa dioperasikan di sana karena kapasitas listriknya belum mencukupi," ujarnya.

Baca Juga: GAMMA: Industri Logam dan Mesin Jadi Kunci Penguatan Manufaktur Nasional

Sebagai solusi, KAI akan melakukan penguatan sistem kelistrikan melalui penambahan gardu traksi serta modernisasi sistem persinyalan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperpendek headway atau jarak waktu antar kereta sehingga frekuensi perjalanan meningkat dan kapasitas angkut bertambah.

Program peningkatan infrastruktur ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam mendukung kebutuhan transportasi perkotaan yang terus tumbuh di wilayah Jabodetabek, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna KRL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×