kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Soal Rencana Holding BUMN Farmasi, Ini Respon Kimia Farma (KAEF)


Rabu, 03 Juni 2026 / 22:01 WIB
Soal Rencana Holding BUMN Farmasi, Ini Respon Kimia Farma (KAEF)
ILUSTRASI. Kimia Farma Apotek (Dok/PT Kimia Farma Apotek (KFA))


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama dengan Danantara Indonesia berencana bakal melakukan holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero). Holding farmasi tersebut yakni menggabungkan PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF, dan PT Phapros Tbk (PEHA).

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam buka suara terkait dengan rencana holding BUMN farmasi tersebut. Dia menyebut bahwa semua pelaksanaan menunggu intruksi dari PT Bio Farma.

Baca Juga: GAMMA: Industri Logam dan Mesin Jadi Kunci Penguatan Manufaktur Nasional

"Kami menunggu dari Biofarma, karena kami sebagai objek di sini. Bukan kami berinisiatif, tapi kami ada sebagai objek, di mana teman-teman dari Biofarma lah yang akan menentukan," ujar Djagad dalam acara Public Expose di Kantor Bio Farma Group, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Djagad menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui apa yang akan dilakukan setelah holding BUMN farmasi terjadi. Kimia Farma (KAEF) sampai dengan saat ini hanya tinggal menunggu eksekusi holdingisasi saja.

"Kita menunggu saja, sesuai dengan arah Bio Farma, tapi kalau streamlining, pengurangan atau mengurangi jumlah anak usaha, itu kita sedang berproses," kata dia.

Djagad menyebut bahwa upaya streamlining sampai dengan saat ini masih dalam proses. 

"Bapak/Ibu mendengar dari 1070-an BUMN, itu akan streamline menjadi 240-250-an. Dan ini tentunya harus dilakukan secara sinkronisasi dengan rencana yang tadi disampaikan," ucap Djagad.

Baca Juga: Order Tekstil Dalam Negeri Meningkat Seiring Penertiban Barang Impor Ilegal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×