kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Laba Aduhai dari Pengganti Sengon


Jumat, 19 Februari 2010 / 17:21 WIB


Reporter: Rizki Caturini |

Belum banyak orang yang tahu seperti apa sih wujud tanaman bernama Jabon itu. Tanaman ini merupakan salah satu jenis pohon dari famili Rubiaceae atau suku kopi-kopian. Tekstur kayunya agak kasar dengan permukaan kayunya licin. Warna kayunya kuning terang sampai putih.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kayu yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Sementara, produksi kayu sengon kurang mulus lantaran kerap terjangkit penyakit tumor karat yang rentann menghinggapi tanaman ini.

Herwindo, pembudidaya jabon di Binjai Utara, Sumatera Utara mengamini pernyataan Ardianyah. Nilai jual pohon jambon di Sumatera saat ini sudah cukup tinggi. Harganya mulai dari Rp 900.000-Rp 1,2 juta per kubik. "Lima tahun kedepan harganya bisa jauh lebih tinggi lagi," ujarnya.

Adriansyah malah mengaku kewalahan melayani permintaan bibit jabon. Ia sudah kehabisan stok untuk permintaan bulan ini. Alhasil, ia harus menambah pasokan bibit dari para petani di daerahnya.

Sejak November 2009 sampai Januari 2010, Adriansyah sudah menjual sedikitnya 300.000 bibit jabon dan pohon siap tanam yang berusia enam bulan. Artinya saban bulan ia bisa menjual 100.000 batang jabon. Dengan menjual di harga Rp 900 per batang, ia bisa memperoleh omzet 90 juta per bulan.

Mau tahu biaya produksinya? Adriansyah mengaku setiap batang tanaman jambon itu harga asalnya Rp 100. Wow!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×