Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) meraih laba bersih sebesar Rp 400,47 miliar sepanjang tahun 2025. Keuntungan ARNA menyusut 5,98% secara tahunan atau year on year (yoy) dari capaian tahun 2024, yang kala itu sebesar Rp 425,97 miliar.
Penurunan laba bersih ARNA ini justru terjadi ketika penjualan neto produsen keramik ini naik 10,64% (yoy) dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 2,91 triliun pada tahun 2025.
Merujuk laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, ARNA membukukan total penjualan senilai Rp 2,92 triliun, yang kemudian dikurangi potongan dan retur penjualan sebesar Rp 12,81 miliar.
Pendapatan ARNA pada tahun 2025 didapat dari penjualan kepada pihak-pihak berelasi senilai Rp 2,43 triliun dan pihak ketiga sebesar Rp 487,68 miliar. Masing-masing mengalami pertumbuhan 8,96% (yoy) dan 19,01% (yoy).
Baca Juga: Eskalasi Iran–Israel Ganggu Rute Penerbangan, Maskapai Perlu Tingkatkan Kewaspadaan
Hanya saja, beban pokok penjualan ARNA naik lebih, meningkat 18,02% (yoy) menjadi Rp 2,03 triliun. Beban pokok penjualan ARNA terutama bersumber dari beban pabrikasi senilai Rp 1,26 triliun, bahan baku sebesar Rp 620,08 miliar dan upah buruh langsung sebesar Rp 85,98 miliar.
Beban pabrikasi, bahan baku, dan upah buruh langsung ARNA masing-masing mengalami kenaikan 23,52% (yoy), 16,29% (yoy) dan 11,31% (yoy). Seiring peningkatan beban pokok penjualan, laba kotor ARNA menyusut 2,25% (yoy) dari Rp 904,33 miliar menjadi Rp 883,91 miliar pada 2025.
Di sisi yang lain, ARNA mampu menekan beban penjualan sebanyak 3,61% (yoy) menjadi Rp 263,78 miliar. Hanya saja, rugi selisih kurs ARNA melonjak dari hanya Rp 15,91 juta menjadi Rp 5,49 miliar. Selain itu, pendapatan lain-lain ARNA merosot 59,66% (yoy) menjadi Rp 4,11 miliar.
Baca Juga: GAPKI Catat Produksi CPO Nasional Naik 7,2% di Tahun 2025
Hasil tersebut turut membuat laba usaha ARNA menyusut 4,68% (yoy) dari Rp 549,02 miliar menjadi Rp 523,32 miliar. Sepanjang tahun 2025 lalu, laba tahun berjalan ARNA pun mengalami penurunan 5,50% (yoy) dari Rp 429,53 miliar menjadi Rp 405,87 miliar.
Dengan hasil kinerja tersebut, laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ARNA mengalami penurunan dari Rp 59,21 pada 2024 menjadi Rp 55,93 pada 2025. Sampai dengan 31 Desember 2025, ARNA tercatat memiliki total aset senilai Rp 2,88 triliun.
ARNA memiliki total liabilitas sebesar Rp 949,18 miliar, dengan total ekuitas senilai Rp 1,93 triliun. Sedangkan kas dan setara kas akhir tahun ARNA tercatat sebesar Rp 377,94 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













