kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Laba Sariguna (CLEO) Susut 7,80% Jadi Rp 305,12 Miliar meski Penjualan Naik 6%


Sabtu, 29 November 2025 / 17:33 WIB
Laba Sariguna (CLEO) Susut 7,80% Jadi Rp 305,12 Miliar meski Penjualan Naik 6%
ILUSTRASI. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan penjualan neto senilai Rp 2,09 triliun hingga September 2025.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) telah merilis laporan keuangan periode sembilan bulan 2025. Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek Cleo ini membukukan penjualan neto senilai Rp 2,09 triliun hingga September 2025.

Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia, penjualan neto CLEO naik 6,09% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan capaian Rp 1,97 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban pokok penjualan naik lebih tinggi, yakni sebesar 9,39% (yoy) menjadi Rp 896,48 miliar.

CLEO masih bisa mengerek naik laba bruto sebanyak 3,47% (yoy) dari Rp 1,15 triliun menjadi Rp 1,19 triliun hingga kuartal III-2025. Hanya saja, profitabilitas CLEO tertekan kenaikan beban penjualan, yang meningkat 13,85% (yoy) dari Rp 581,86 miliar menjadi Rp 662,46 miliar.

Selama sembilan bulan 2025, emiten dari Tanobel Group ini membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 304,98 miliar. Laba CLEO menyusut 9,36% dibandingkan capaian Rp 336,49 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Secara bottom line, CLEO meraih laba bersih sebesar Rp 305,12 miliar hingga September 2025. Merosot 7,80% dibandingkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 330,95 miliar pada sembilan bulan tahun lalu. 

Baca Juga: Cleo Luncurkan Eco Lite, Air Minum Paling Ringan di Indonesia

Chief Executive Officer Sariguna Primatirta Melisa Patricia mengatakan, kenaikan penjualan CLEO sebanyak 6% melampaui kinerja rata-rata industri AMDK Indonesia yang secara historis tumbuh sekitar 5% setiap tahunnya. Pada periode sembilan bulan 2025, seluruh segmen CLEO, baik segmen botol dan non-botol membukukan kinerja positif.

Penjualan bersih segmen botol pada periode ini mencapai Rp 1,15 triliun atau tumbuh 7% (yoy), sekaligus menjadi kontributor utama terhadap total penjualan CLEO. Segmen non-botol mengalami kenaikan 4% dibandingkan periode sebelumnya, menjadi Rp 897,02 miliar.

Di tengah dinamika pasar AMDK yang semakin kompetitif, kata Melisa, CLEO secara konsisten terus memperluas jaringan pabrik dan distribusi, disertai dengan berbagai inisiatif inovasi. "Langkah ini Perusahaan lakukan sebagai komitmen CLEO untuk bisa hadir memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah serta untuk tumbuh secara berkelanjutan," ungkapnya dalam rilis yang disiarkan pada Sabtu (29/11/2025).

Selain fokus pada ekspansi dan inovasi, emiten yang terafiliasi dengan crazy rich Surabaya, Hermanto Tanoko ini terus memperkuat kinerja operasional melalui optimalisasi teknologi di seluruh lini bisnis. Mulai dari produksi hingga distribusi, sehingga proses bisnis semakin efektif dan efisien.

Melisa menyoroti, di tengah strategi ekspansi dan inovasi yang agresif, CLEO tetap berhasil mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 305,12 miliar hingga sembilan bulan pertama 2025.

“Pencapaian ini menunjukkan efektivitas strategi kami, di mana ekspansi dan inovasi melalui peluncuran produk baru telah memberikan fondasi yang kuat bagi kinerja Perusahaan. Kami yakin, dampak positif dari strategi ini akan semakin terlihat pada tahun mendatang,” kata Melisa.

Baca Juga: Strategi Sariguna Primatirta (CLEO) Optimalkan Kinerja pada Sisa Tahun 2025

Melisa melanjutkan, CLEO memandang ekspansi dan inovasi merupakan fondasi yang penting untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Langkah strategis ini akan terus memberikan nilai tambah bagi Perusahaan di tahun-tahun mendatang, seiring dengan perkembangan industri dan meningkatnya permintaan akan produk CLEO.

Pada tahun ini, CLEO kembali melakukan inisiasi baru dengan meluncurkan produk Cleo Eco Lite. Produk terbaru ini dikemas dengan kemasan yang lebih ringan serta ramah lingkungan, yang diluncurkan tepat pada perayaan ulang tahun ke-22 Perusahaan pada 14 November lalu. 

CLEO juga menggelar aksi perluasan jaringan pabrik dan distribusi. Dengan total 32 pabrik yang kini sudah beroperasional, CLEO akan menambah 3 pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, serta Pekanbaru diharapkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2026.

Selanjutnya: Daya Beli Menurun, 10 Negara dengan Inflasi Terparah di 2025 Menurut IMF

Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Satu Wakil Indonesia Melesat ke Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×