kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Laba ESSA Melonjak 130,91% Jadi US$ 18,75 Juta di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya


Rabu, 29 April 2026 / 18:00 WIB
Laba ESSA Melonjak 130,91% Jadi US$ 18,75 Juta di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (Dok/ESSA)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa keuangan PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) moncer pada awal tahun ini. Emiten yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan pabrik amoniak ini meraih laba bersih senilai US$ 18,75 juta pada kuartal I-2026.

Keuntungan ESSA melonjak sebanyak 130,91% secara tahunan. Sebagai perbandingan, ESSA membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 8,12 juta pada kuartal I-2025.

Laba bersih ESSA terdongkrak oleh pertumbuhan pendapatan yang mengalami kenaikan 36,75% dari US$ 69,62 juta menjadi US$ 95,21 juta. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor ESSA meningkat 96% dari US$ 22,26 juta menjadi US$ 43,63 juta hingga Maret 2026.

Baca Juga: Lautan Luas Kembali Bangun Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik

Presiden Direktur & Chief Executive Officer Essa Industries Indonesia, Kanishk Laroya menjelaskan, performa positif ESSA pada awal tahun ini terutama didorong oleh kenaikan harga amoniak serta peningkatan volume pengiriman amoniak dan peningkatan produksi. Harga amoniak dan LPG yang telah menunjukkan tren peningkatan sejak kuartal terakhir 2025, semakin menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga amoniak naik sekitar 34% menjadi US$ 455 per metrik ton. Sementara itu, harga LPG turun 14%, namun meningkat 11% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal I-2026 menjadi US$ 537 per metrik ton.

Di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik, ESSA terus mengarahkan pertumbuhannya dengan memanfaatkan kapabilitas operasional yang kuat serta tingkat keandalan pabrik yang tinggi. Produksi amoniak meningkat sekitar 16% (yoy) karena gangguan pasokan gas hulu yang telah sepenuhnya teratasi pada akhir kuartal II-2025.

Hal tersebut telah meningkatkan utilisasi pabrik sebesar 121% pada kuartal I-2026 dibandingkan 104% pada kuartal I-2025. "Kami dapat memaksimalkan produksi untuk menangkap momentum positif pasar. Hal ini mencerminkan bagaimana kami mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan pabrik guna memastikan tingkat utilisasi yang tinggi tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan pabrik," kata Kanishk dalam rilis yang disiarkan pada Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Bea Masuk LPG 0%, Kemenperin: Kabar Baik untuk Industri Petrokimia RI

Pada bulan Mei 2026, pabrik amoniak ESSA akan menjalani Plant Turnaround terjadwal selama 35–40 hari.

Kanishk menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari siklus pemeliharaan ESSA untuk memastikan keselamatan, keandalan, dan efisiensi aset dalam jangka panjang. Adapun, turnaround komprehensif terakhir dilaksanakan pada tahun 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×