kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.081   8,24   0,12%
  • KOMPAS100 956   1,41   0,15%
  • LQ45 684   1,21   0,18%
  • ISSI 255   -0,15   -0,06%
  • IDX30 380   1,14   0,30%
  • IDXHIDIV20 465   1,85   0,40%
  • IDX80 107   0,15   0,14%
  • IDXV30 136   0,74   0,55%
  • IDXQ30 121   0,45   0,38%

Soal Usulan Gerbong Perempuan, KAI Kami Tak Bedakan Gender, Hanya untuk Memudahkan


Rabu, 29 April 2026 / 12:24 WIB
Soal Usulan Gerbong Perempuan, KAI Kami Tak Bedakan Gender, Hanya untuk Memudahkan
ILUSTRASI. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyatakan bahwa tidak ada toleransi apapun jika ada yang melanggar ataupun menurunkan tingkat keselamatan untuk para penumpang kereta api.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan bahwa tidak ada perbedaan gender jika ada pihak yang melanggar keselamatan untuk pengguna jasa PT KAI.

"Bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," ujar Bobby kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Jalur Commuter Line Cikarang-Bekasi Bakal Beroperasi Siang Ini, Sudah Tahap Uji Coba

Bobby menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah tetap menjaga keselamatan para pengguna. Jika ada usulan mengenai penempatan gerbong khusus, itu hanya keinginan memudahkan para pengguna.

"Tentang penempatan laki dan perempuan itu hanya untuk kenyamanan atau kemudahan saja. Ya, jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," kata Bobby.

Sebelumnya, Menteri PPPA mengusulkan gerbong khusus wanita KRL dipindah ke tengah rangkaian, sementara gerbong ujung diisi penumpang laki-laki. Usulan ini disampaikan sebagai respons atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan korban jiwa, termasuk penumpang di gerbong wanita yang berada di bagian ujung rangkaian.

Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Cetak Kinerja Solid pada Kuartal I-2026, Ini Faktor Pendorongnya

"Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Arifah menilai posisi gerbong di bagian depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi tabrakan, sehingga perlu penataan ulang untuk melindungi kelompok rentan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×