kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.343   77,00   0,45%
  • IDX 7.083   10,85   0,15%
  • KOMPAS100 957   1,86   0,20%
  • LQ45 684   1,29   0,19%
  • ISSI 255   -0,04   -0,02%
  • IDX30 380   1,23   0,33%
  • IDXHIDIV20 465   1,71   0,37%
  • IDX80 107   0,21   0,20%
  • IDXV30 136   1,12   0,83%
  • IDXQ30 121   0,32   0,26%

Menhub Ungkap Hasil Sidak Pool Green SM Imbas Kecelakaan di Bekasi Timur


Rabu, 29 April 2026 / 14:06 WIB
Menhub Ungkap Hasil Sidak Pool Green SM Imbas Kecelakaan di Bekasi Timur
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (KONTAN/Muhammad Alief Andri)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi turut menjelaskan hasil inspeksi mendadak (sidak) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke pool taksi Green SM (Xanh SM) di Bekasi. 

Sidak dilakukan Kemenhub RI pada Selasa (28/4/2026) pasca kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan kereta Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

"Jadi audit investigasi yang kami lakukan meliputi seluruh aspek, baik itu aspek operasional, aspek teknis, kemudian juga sumber daya manusia dan ini masih berlangsung," ujar Dudy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Pendapatan Teladan Prima Agro (TLDN) Naik 6,8% pada kuartal I-2026

Lebih lanjut, kata Dudy, sidak tersebut sengaja dilakukan Kemenhub guna memastikan cara perusahaan memberikan pelayanan terbaiknya kepada publik.

"Apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan khususnya dan juga kaidah-kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum," kata dia.

Dudy menuturkan bahwa Kemenhub tak segan menindak jika ditemukan adanya pelanggaran yang cukup serius sehingga menyebabkan terjadinya kecelakan maut dan menewaskan 15 orang penumpang.

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line, bermula dari adanya Taksi Green SM yang tertemper Commuter Line didekat stasiun Bekasi Timur. Taksi tertemper KRL tepat ketika melintas pada pintu perlintasan sebidang.

Sehingga, membuat Commuter Line lainnya menunggu keberangkatan dari stasiun Bekasi Timur. Namun, ketika belum mendapat aba-aba keberangkatan, Commuter Line tersebut ditabrak tepat dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek dan membuat 15 orang penumpang perempuan meninggal dunia.

Baca Juga: Strategi Pupuk Kaltim (PKT) Hadapi Kenaikan Bahan Baku Imbas Konflik Timur Tengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×