Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) mencatatkan penurunan kinerja di semester I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sepanjang semester I-2026, HAIS membukukan pendapatan sebesar Rp 372,35 miliar, turun 14,37% dibandingkan Rp 434,86 miliar di semester I-2026.
Di periode tersebut, volume kargo yang diangkut emiten pelayaran ini mencapai 4,34 juta metrik ton (MT). Namun perolehan laba bersih tercatat di angka Rp18,92 miliar. Angka ini menurun 45,88% secara tahunan dari Rp 34,96 miliar.
Direktur Keuangan Hasnur Internasional Shipping Rickie menyatakan kinerja tersebut berlangsung di tengah kondisi industri yang masih menantang, khususnya pada rantai logistik batu bara. Dinamika perdagangan komoditas dan permintaan jasa pengangkutan turut memengaruhi aktivitas pada segmen tugboat dan barge.
Baca Juga: Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Tebar tTnai Rp 26,1 Miliar dari Laba 2025
"Dalam menghadapi kondisi tersebut, perusahaan berfokus pada faktor-faktor yang berada dalam kendalinya melalui pengelolaan operasi yang lebih selektif, optimalisasi utilisasi armada, disiplin biaya, serta penguatan kualitas pendapatan," ungkap Rickie, dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (31/7/2026). Perusahaan ini juga semakin selektif dalam menentukan rute pelayaran dengan memprioritaskan rute yang memberikan kontribusi lebih optimal terhadap profitabilitas
Pada kuartal kedua (April-Juni), berbagai langkah penyesuaian tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Efeknya pendapatan secara kuartalan HAIS pada April-Juni 2026 tercatat Rp 209,45 miliar, meningkat 28,57% dibandingkan Rp162,90 miliar pada kuartal I-2026 (Januari-Maret).
Laba bersih kuartal II-2026 juga meningkat menjadi sekitar Rp15,67 miliar, dibandingkan Rp3,14 miliar pada kuartal sebelumnya.
“Kami melihat adanya perbaikan kinerja pada kuartal kedua dibandingkan awal tahun. Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, fokus kami bukan semata mengejar volume, tetapi memastikan setiap aktivitas operasional dapat memberikan kontribusi yang sehat terhadap profitabilitas dan arus kas,” ujarnya.
Hingga akhir Juni 2026, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat mencapai Rp72,23 miliar, meningkat sekitar 6,30% dibandingkan Rp67,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas operasi tersebut berada di atas laba bersih semester I-2026, mencerminkan kemampuan aktivitas bisnis perusahaan dalam menghasilkan kas di tengah kondisi industri yang menantang.
Disiplin beban usaha pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp 33,36 miliar, lebih rendah sekitar 24,39% dibandingkan Rp 44,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Hasnur (HAIS) Susut Tahun Lalu, Begini Strategi pada 2026
“Bagi kami, kemampuan menghasilkan arus kas merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja. Di tengah penyesuaian pendapatan, arus kas operasi justru tetap tumbuh. Hal ini memberikan ruang bagi Perseroan untuk tetap menjalankan kebutuhan operasional dan investasi secara terukur, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan,” tambah Rickie.
Memasuki semester kedua, HAIS akan mempertahankan pendekatan yang selektif dalam mengelola kapasitas armada. Perusahaan memprioritaskan rute pelayaran yang memberikan kontribusi lebih optimal terhadap profitabilitas, sekaligus terus menjajaki peluang kontrak kerja sama jangka menengah dan panjang guna meningkatkan visibilitas pendapatan.
Optimalisasi fleet management juga menjadi salah satu fokus utama. Sepanjang semester I-2026, 61,05% volume kargo yang diangkut menggunakan armada milik sendiri (ownship), meningkat dibandingkan 47,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, porsi pengangkutan menggunakan rentship menurun dari 52,23% menjadi 38,95%. Perubahan komposisi tersebut mencerminkan upaya Perseroan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas armada sendiri sejalan dengan strategi peningkatan utilisasi aset.
Di tengah pendekatan yang prudent terhadap kondisi pasar, HAIS tetap menjalankan investasi untuk mendukung pengembangan kapasitas jangka panjang.
Sepanjang semester I-2026, perusahaan merealisasikan sekitar Rp 108,04 miliar untuk perolehan aset tetap, meningkat dibandingkan sekitar Rp 67,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Investasi tersebut merupakan bagian dari strategi HAIS dalam memperkuat kesiapan aset produktif dan kapasitas operasional untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan.
Baca Juga: Menyambut 2026, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Operasikan Satu Set Armada Baru
Sejalan dengan investasi tersebut, nilai aset tetap bersih HAIS tercatat sekitar Rp 1,17 triliun per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp 1,10 triliun pada akhir Desember 2025. Total aset HAIS mencapai Rp 1,58 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp 831,55 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
