kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%


Jumat, 08 Mei 2026 / 19:56 WIB
Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%
ILUSTRASI. Produk PT Panca Budi Idaman Tbk (Dok/PBID).


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun 2026 meskipun laba bersih perusahaan mengalami penurunan sepanjang tahun 2025.

Emiten produsen dan distributor kemasan plastik ini tetap optimistis seiring proyeksi membaiknya sektor barang konsumsi dan meningkatnya permintaan kemasan plastik, terutama untuk makanan dan minuman.

Direktur Utama PT Panca Budi Idaman Tbk Vicky Taslim mengungkapkan, kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap pertumbuhan industri consumer goods sehingga berdampak pada peningkatan kebutuhan consumer packaging.

“Pada tahun 2026, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 10%,” ujar Vicky dalam paparan publik di Jakarta, Jumat(8/5/2026).

Pada tahun 2025, penjualan PBID menyusut tipis 0,95% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 5,24 triliun menjadi Rp 5,19 triliun.

Baca Juga: Panca Budi Idaman (PBID) Fokus Bidik Pasar Tradisional dan UMKM

Pendapatan PBID tahun lalu bersumber dari penjualan kemasan plastik senilai Rp 3,44 triliun, biji plastik senilai Rp 1,41 triliun dan dari segmen lain-lain sebesar Rp 332,67 miliar.

Dari sisi pemasaran, PBID masih mengandalkan pasar dalam negeri. Penjualan lokal PBID kepada pihak ketiga tercatat senilai Rp 4,58 triliun dan kepada pihak berelasi sebesar Rp 461,07 miliar. Sedangkan penjualan ekspor berkontribusi sebesar Rp 147,47 miliar. 

 

Secara bottom line, PBID membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 400,58 miliar sepanjang tahun 2025.

Laba bersih PBID merosot 17,40% dibandingkan keuntungan tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 484,97 miliar.

Vicky menjelaskan, penurunan kinerja tersebut dipengaruhi oleh tren koreksi harga biji plastik sepanjang tahun 2025. Menurut dia, harga bahan baku plastik yang cenderung melemah berdampak terhadap nilai penjualan perusahaan.

“Sepanjang tahun 2025 harga biji plastik itu cenderung terkoreksi. Jadi memang penjualannya turun, tapi profit tetap kami jaga,” jelasnya.

Selain membidik pertumbuhan penjualan, perusahaan juga menargetkan net profit margin di kisaran 8%–10% dan debt to equity ratio (DER) sebesar 15%–20% pada tahun ini.

Vicky menyebut, pertumbuhan penggunaan consumer packaging masih cukup menjanjikan, terutama di segmen makanan dan minuman di pasar tradisional maupun ritel. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum bagi perusahaan untuk meningkatkan volume produksi.

Baca Juga: Panca Budi Idaman (PBID) Fokus Mempertahankan Pangsa Pasar

Untuk mendukung target tersebut, PBID akan memperluas pangsa pasar dan jangkauan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperkuat brand value, hingga melakukan inovasi dan diversifikasi produk.

“Dengan menjalankan bisnis yang berkelanjutan, kami yakin dapat memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan serta menciptakan nilai tambah bagi Perseroan,” katanya.

Meski demikian, perseroan tetap menjaga fundamental bisnis dengan mempertahankan margin keuntungan dan mengelola pasokan bahan baku secara hati-hati di tengah volatilitas harga global.

Direktur PBID Tan Hendra menambahkan, komposisi penjualan perseroan masih didominasi segmen kemasan plastik sebesar 60%–65%, sementara biji plastik berkontribusi sekitar 30%–35%.

Baca Juga: Panca Budi Idaman (PBID) Cermati Pelemahan Daya Beli

Menurut dia, pasar tradisional masih menjadi tulang punggung penjualan kemasan plastik PBID dengan kontribusi mencapai sekitar 86%, sedangkan pasar modern dan institusi sekitar 5% serta ekspor sekitar 4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×