kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Panca Budi (PBID) Jaga Pangsa Pasar dan Incar Pertumbuhan Penjualan 10% pada 2026


Rabu, 07 Januari 2026 / 18:05 WIB
Panca Budi (PBID) Jaga Pangsa Pasar dan Incar Pertumbuhan Penjualan 10% pada 2026
ILUSTRASI. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) mengincar pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada tahun 2026. (Dok/PBID)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) mengincar pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada tahun 2026. PBID memasang target yang relatif moderat dengan menjaga level pertumbuhan seperti proyeksi pada tahun 2025.

Direktur & Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman, Lukman Hakim, mengungkapkan pada tahun ini PBID juga fokus mempertahankan pangsa pasar (market share). Lukman menggambarkan, saat ini PBID menguasai pangsa pasar sekitar 33%–35% di industri kemasan plastik nasional.

"Kami fokus mempertahankan market share. Strategi ini menjaga volume penjualan tetap naik. Selain itu, perusahaan juga fokus pada ekspansi pasar, peningkatan kualitas, inovasi, dan efisiensi operasional," ungkap Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Panca Budi Idaman (PBID) Fokus Bidik Pasar Tradisional dan UMKM

Emiten plastik kemasan yang mengusung merek Tomat, Sparta, dan Wayang ini masih menyasar segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pasar utama. Lukman menilai, permintaan dari segmen ini relatif stabil, khususnya bagi UMKM produk makanan dan minuman serta di pasar tradisional.

Segmen tersebut memiliki daya tahan yang cukup kuat menghadapi dinamika ekonomi dan daya beli yang masih rentan tertekan. "Pasar konsumsi domestik, segmen UMKM makanan & minuman serta pasar tradisional dinilai memiliki daya tahan yang kuat," tegas Lukman.

Pasar dalam negeri masih menjadi penopang utama bisnis PBID. Sebagai gambaran, hingga kuartal III-2025, PBID mengantongi penjualan senilai Rp 3,89 triliun. Penjualan dari pasar lokal tercatat sebesar Rp 3,44 triliun kepada pihak ketiga dan Rp 349,05 miliar kepada pihak berelasi.

 

Sementara itu, kontribusi dari pasar ekspor tercatat sekitar Rp 104,22 miliar. Secara kinerja, penjualan bersih PBID hingga kuartal III-2025 tumbuh tipis 0,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan nilai Rp 3,88 triliun.

PBID meraih laba bersih sebesar Rp 300,27 miliar hingga September 2025. Keuntungan PBID menyusut 21,80% dibandingkan raihan Rp 384,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya: IHSG Cetak Rekor All Time High 8.944, Begini Proyeksi Pergerakan Besok (8/1)

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (8/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×