kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Turun Saat Pendapatan Naik, Ini Kata Erajaya Swasembada (ERAA)


Senin, 01 April 2024 / 20:52 WIB
Laba Turun Saat Pendapatan Naik, Ini Kata Erajaya Swasembada (ERAA)
ILUSTRASI. Laba bersih Erajaya Swasembada (ERAA) turun 18,44% menjadi Rp 826,05 miliar.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengumumkan laporan keuangan tahun buku dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 60,1 triliun. Pendapatan emiten distributor dan retail handset ini meningkat 21,6% dari Rp 49,5 triliun pada tahun 2022.

Erajaya Swasembada mencatatkan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 826,05 miliar pada akhir tahun 2023. Laba bersih ERAA turun 18,44% jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai Rp 1,01 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan ERAA, selain kenaikan beban pokok, beban penjualan dan beban umum, tekanan laba juga disebabkan oleh beban keuangan yang naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 601,11 miliar dari sebelumnya Rp 289,67 miliar.

Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada Hasan Aula mengatakan, tahun 2023 merupakan tahun yang penuh dinamika. Ada peluang sekaligus tantangan dari kondisi perekonomian nasional serta global yang membawa dampak pada pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat. 

“Erajaya melihat dinamika ini sebagai salah satu kesempatan untuk mengembangkan vertikal bisnis dan jaringan ritel kami,” ungkap Hasan, dalam siaran pers, Senin (1/4). 

Baca Juga: Erajaya Swasembada (ERAA) Ingin Bisnis Ponsel Berdering Lebih Kencang

Hingga akhir Desember 2023, Erajaya Group telah memiliki 2.049 gerai ritel yang beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura. ERAA juga memiliki 97 pusat distribusi untuk mendukung operasional bisnis, serta bekerja sama dengan lebih dari 70.000 toko ritel pihak ketiga. 

ERAA tercatat menambah 629 gerai baru di sepanjang tahun 2023. Hasan menyebut, ekspansi jaringan ritel menjadi strategi untuk menjangkau kota-kota di Indonesia sehingga ERAA dapat memenuhi permintaan dari masyarakat yang ingin mendapatkan produk dari gerai yang dioperasikan oleh Erajaya Group.

Paralel dengan pengembangan gerai fisik, Erajaya Group terus mengembangkan kanal online untuk menjawab permintaan dari pelanggan melalui layanan e-commerce Eraspace, serta hadir di sejumlah platform e-commerce ternama di Indonesia. 

“Program CRM yang dikembangkan oleh Erajaya yakni MyEraspace pada tahun 2023 memiliki hampir 10 juta anggota, atau meningkat 50% dibandingkan dengan jumlah keanggotaan pada tahun 2022,” imbuhnya. 

Baca Juga: Erajaya Swasembada (ERAA) Optimistis Penjualan Ponsel Tetap Menjanjikan

Dia melanjutkan, Erajaya Group membangun strategi omnichannel yang menggabungkan pengalaman berbelanja offline dan online dengan mulus. 

Beberapa layanan omnichannel yang bisa dimanfaatkan oleh pelanggan setia seperti “Click N’ Pickup” yakni pelanggan yang merampungkan transaksi secara online dengan pengambilan barang di toko fisik, “Mobile Selling” untuk transaksi melalui layanan WhatsApp dan “EraXpress” yang melayani pengiriman hingga purnajual langsung ke rumah konsumen.

Selain itu, ERAA juga pada tahun lalu memperkenalkan brand baru seperti 6IXTY8IGHT dan MST Golf di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle.  

“Dengan ekspansi yang telah dilakukan sepanjang tahun 2023, fokus kami selanjutnya adalah meningkatkan produktivitas dan profitabilitas gerai-gerai yang baru dibuka selama 2 tahun terakhir. Fokus yang sama juga akan diberikan untuk vertikal bisnis yang baru dikembangkan melalui pertimbangan yang cermat. Kami optimistis bahwa hal ini dapat melanjutkan momentum pertumbuhan bisnis,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×