kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Lama Dinanti, Perjanjian Dagang IEU-CEPA Akan Diteken 23 September 2025


Sabtu, 06 September 2025 / 06:53 WIB
Lama Dinanti, Perjanjian Dagang IEU-CEPA Akan Diteken 23 September 2025
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perjanjian perdagangan IEU-CEPA bakal diteken pada 23 September 2025 mendatang.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -- JAKARTA. Setelah melalui perundingan panjang, perjanjian perdagangan Indonesia-European Uniion Comprehensive Economic Partnership (IEU-CEPA) akan ditekan dalam waktu dekat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perjanjian perdagangan IEU-CEPA bakal diteken pada 23 September 2025 mendatang. 

"Untuk IEU-CEPA, InsyaAllah sudah ditandatangani tanggal 23 September. Jadi untuk undang-undang maupun agreement (perjanjiannya) akan ditandatangani," ungkap Airlangga dalam disuksi bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Kamis (4/9/2025). 

Airlangga bilang, kini perjanjian sudah berproses di parlemen Uni Eropa, sehingga Komisioner Uni Eropa Maros Sefcovic, termasuk dari pihak Uni Eropa, bakal segera datang ke Indonesia untuk melakukan tanda tangan. 

Baca Juga: Istana Optimis Kesepakatan IEU-CEPA Tingkatkan Ekspor ke Uni Eropa Sampai 50%

Menurut pemberitaan Kontan sebelumnya, perjanjian IEU CEPA  ini memuat sejumlah poin penting. Di antaranya terkait akses pasar, yakni dengan memangkas kisaran 80% biaya tarif untuk 1--2 tahun setelah perjanjian resmi berlaku. Ini dilakukan dengan harapan peluang perdagangan dan investasi di antara kedua negara kian luas. 

Pun, hal itu diikuti dengan potensi peningkatan fasilitas investasi Uni Eropa ke Indonesia, khususnya pada sektor terkait hilirisasi.  

Kemudian, perjanjian ini juga membuka peluang ekspor yang lebih besar ke pasar Eropa, sebagaimana negara ini mulai melirik sejumlah komoditas unggulan Indonesia macam sawit dan turunannya. produk tekstil dan garmen, alas kaki, hingga perikanan. 

Tak hanya itu, perjanjian ini juga membuka peluang ekspor jasa, yakni pengiriman tenaga profesional Indonesia ke Uni Eropa.

Baca Juga: Simak Dampak Tarif Resiprokal AS dan IEU-CEPA Bagi Industri Tekstil Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×