kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Lampu Hijau Untuk SMS dan Internetan di Pesawat


Senin, 21 Juni 2010 / 08:01 WIB
Lampu Hijau Untuk SMS dan Internetan di Pesawat


Reporter: Gentur Putro Jati |



JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberi lampu hijau atas rencana PT Garuda Indonesia (Persero) yang ingin menyematkan teknologi yang memungkinkan penumpangnya mengirimkan SMS dan berinternet di atas pesawat.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay, saat ini yang harus dilakukan Garuda adalah mendapatkan sertifikasi atas peralatan tersebut.

"SMS dan internetan di pesawat tidak masalah, tapi maskapai bersangkutan harus mendaftarkan dulu peralatan dan pesawat mana saja yang bisa melayani SMS dan internetan. Sehingga pihak regulator bisa melakukan sertifikasi," ujar Herry, akhir pekan lalu.

Tidak perlu waktu lama bagi maskapai Untuk bisa mendapatkan sertifikasi layanan SMS dan internet di atas pesawat. Menurutnya, proses sertifikasi hanya memakan waktu satu atau dua bulan saja. Karena teknologi yang ada sekarang sudah memungkinkan penumpang untuk menikmati layanan SMS di atas pesawat.

"Namun, hanya tipe pesawat terbaru yang telah dilengkapi dengan teknologi yang bisa SMS-an dan internetan secara aman yang diperbolehkan," tegasnya. Jenis pesawat terbaru yang umumnya sudah dilengkapi dengan alat telekomunikasi antara lain Airbus A330 dan Boeing 777-200.

Jika regulator hanya mengizinkan maskapai memberikan layanan SMS dan internet untuk pesawat generasi baru, bisa dipastikan investasi yang disiapkan Garuda untuk membeli teknologi itu berkurang. Awalnya, maskapai yang dipiloti Emirsyah Satar itu menyiapkan investasi US$ 17,5 juta untuk menyematkan perangkat telekomunikasi di pesawat di 70 pesawat yang dioperasikannya. Harga satu unit peralatan itu ditaksir sekitar US$ 250.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×