kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Langkah Kementerian BUMN Tambah Armada Garuda Diharapkan Tekan Harga Tiket Pesawat


Kamis, 25 Agustus 2022 / 18:58 WIB
Langkah Kementerian BUMN Tambah Armada Garuda Diharapkan Tekan Harga Tiket Pesawat
ILUSTRASI. Mobil BMW 730Li M Sport terlihat saat peluncuran layanan ''Prestige Service'' di GMF AeroAsia, Tangerang, Jumat (19/6/2021).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kenaikan harga tiket pesawat saat ini disebabkan tingginya harga avtur dan aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang merevisi tarif batas atas. Karena itu, bila Kemenhub bisa mengatur fuel surcharge dan struktur tarif batas atas, maka niscaya harga tiket pesawat di Indonesia bisa terjangkau kembali.

Pengajar Hukum Persaingan Usaha, Hukum Kepailitan dan Analisa Ekonomi atas Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Ditha Wiradiputra, mengatakan, saat ini mayoritas industri penerbangan Indonesia saat ini dikuasai Lion Air Group. 

Sedangkan dominasi Garuda di industri penerbangan Nasional berkurang pasca pandemi Covid 19 dan adanya masalah finansial di internal perseroan. Padahal sebelum pandemi Covid 19 dominasi Lion Air Group masih dapat diimbangi Garuda Indonesia.

Dengan banyak berkurangnya jumlah armada, membuat kapasitas angkut dan rute Garuda menjadi terbatas. Karena rute dan kapasitas Garuda yang terbatas, terjadi mekanisme pasar. 

Baca Juga: Garuda Indonesia Promo Potongan Harga Tiket Penerbangan Rute Favorit

Sehingga masyarakat tak memiliki banyak pilihan perusahaan penerbangan. Padahal menurut Ditha sebelumnya masyarakat memiliki banyak pilihan perusahaan penerbangan.

Menurut Ditha, kondisi seperti ini akan berdampak sangat signifikan terhadap persaingan usaha industri penerbangan Nasional dan membuat dominasi Lion Air Group semakin kuat dan membuat masyarakat sulit mendapatkan harga yang murah. 

"Kondisi tidak adanya persaingan ini yang dimanfaatkan pelaku usaha untuk memaksimalkan keuntungan. Padahal sebelumnya konsumen memiliki banyak pilihan maskapai sesuai dengan harga dan layanan yang diberikan," ujar Ditha dalam keterangannya, Kamis (25/8).

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dinilai Ditha akan kesulitan untuk mengurangi dominasi Lion Air Group di bisnis aviasi Indonesia. Selama pelaku usaha aviasi tidak ada kerjasama mengatur harga, maka KPPU sulit untuk masuk melakukan tindakan. 

Baca Juga: Tekan Harga Tiket, Armada Garuda Indonesia dan Citilink Akan Ditambah

Menurutnya, yang bisa mengurai permasalahan tingginya harga tiket adalah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Erick Thohir dengan menambah armada sehingga langkah Erick menambah jumlah armada Garuda merupakan langkah strategis untuk memperbaiki iklim persaingan usaha yang sehat dan menekan harga tiket pesawat di Indonesia. 

"Tanpa adanya tambahan armada di BUMN aviasi, harga tiket pesawat di Indonesia belum akan turun signifikan,"terang Ditha.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meminta agar harga tiket pesawat turun. Namun perintah tersebut tak akan berdampak ke maskapai swasta. Pemerintah tak bisa menekan airline swasta. 

Permintaan tersebut hanya akan dapat diimplementasikan ke perusahaan BUMN aviasi. Sehingga penambahan pesawat di BUMN aviasi mutlak dilakukan untuk menambah kapasitas dan mengurangi dominasi Lion Air Gorup. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×