kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Langkah Waskita (WSKT) terapkan digitalisasi industri 4.0 dinilai sudah tepat


Jumat, 29 November 2019 / 19:02 WIB
Langkah Waskita (WSKT) terapkan digitalisasi industri 4.0 dinilai sudah tepat
ILUSTRASI. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit (kiri) melihat proses pemutaran pierhead P13 di ruas Jalan Transyogi, Bekasi, Jawa Barat, Rabu Malam (11/9/2019). PT Cimanggis-Cibitung Toll Ways (CCTW) melakukan pemutaran pierhead P13 dengan metode

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang mengedepankan pendekatan digitalisasi di setiap proses bisnis nya, dinilai sebagai langkah tepat dan sudah sesuai dengan perkembangan zaman.

Ini merupakan wujud nyata bahwa BUMN terus seiring sejalan dengan visi misi Presiden Jokowi yang menginginkan ada kecepatan di BUMN. 

Seperti diketahui, dengan pendekatan teknologi Industri 4.0, pengerjaan proyek Waskita saat ini lebih cepat, akurat, dan efisien. Koordinasi di antara semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek maupun tahap-tahap pembangunan akan dapat dilakukan secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan. 

Baca Juga: Rogoh Rp 230 miliar, pabrik baja Waskita (WSKT) siap operasi awal Desember

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, langkah Waskita menerapkan tenologi di segala lini sudah tepat.

“Sekarang tidak ada sektor yang dapat bersembunyi dari perkembangan pemanfaatan digital. Termasuk dan apalagi BUMN,” tegas Heru dalam keterangannya, Jumat (29/11).

Dengan teknologi, kata Heru, maka proses kerja di BUMN diharapkan akan semakin baik dan efisien serta memberi manfaat nyata ke stakeholders.

Heru menjelaskan, pemanfaatan teknologi bukan sekadar untuk perekrutan digitalisasinya, tapi bagaimana secara lebih luas membuat perusahaan lebih transparan dan efisien.

Baca Juga: Waskita (WSKT) dan PTPP Pangkas Target Kontrak Baru, ADHI dan WIKA Bertahan

“Dan tentunya memberikan peluang baru untuk berbisnis dan menjawab tantangan jaman. Bisnis tradisional terdisrupsi oleh bisnis baru yang berbasis digital dan mengadopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan, big data maupun internet of things,” ucapnya. 

 Ia mengingatkan, bila tidak memanfaatkan digitalisasi, adopsi teknologi baru, dan memanfaatkan peluang bisnis baru sesuai perkembangan zaman, maka BUMN akan ketinggalan zaman, dan bisa kalah bersaing. 



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×