Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Putri Werdiningsih
Baca Juga: Kementerian ESDM Umumkan Lima Kandidat Dirjen Migas, Siapa Saja Mereka?
Ia juga menyebut, Laode memiliki tugas berat yang tertulis dalam Asta Cita Presiden Prabowo, terkait ketahanan dan swasembada energi.
"Jadi beliau akan melakukan kerjasama dengan SKK Migas, K3S, kemudian regulasi-regulasi yang menghambat proses percepatan lelang wilayah kerja dan mempersiapkan gas untuk domestik dan market di luar negeri akan tetap berjalan," jelas Bahlil.
Baca Juga: DPR dan Kementerian ESDM Sepakati Asumsi Lifting Migas dan Subsidi Sektor ESDM 2026
Sebelum menjabat sebagai Dirjen Migas, pria yang lahir pada 25 Mei 1971 di Nganganaumala, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara itu sebelumnya menjabat sebagai Direktur Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejak 2022.
Ia merupakan lulusan Magister Teknik Kimia Universitas Indonesia (UI) pada 2002 itu juga sempat mengisi jabatan Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi pada Biro Perencanaan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM.
Adapun, pada 2017, Laode sempat dilantik menjadi Kepala Subdirektorat Investasi Ketenagalistrikan pada Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir kali dilaporkannya ke KPK pada periode 31 Desember 2024, jumlah harta kekayaan Laode adalah sebesar Rp 2.348.846.350.
Selanjutnya: Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Hari Ini Bertahan di atas US$ 3.400
Menarik Dibaca: Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Hari Ini Bertahan di atas US$ 3.400
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News