kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.831   -69,00   -0,41%
  • IDX 7.999   63,28   0,80%
  • KOMPAS100 1.128   11,11   1,00%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 283   5,20   1,87%
  • IDX30 425   -0,92   -0,22%
  • IDXHIDIV20 511   -3,66   -0,71%
  • IDX80 126   1,02   0,82%
  • IDXV30 139   0,13   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,71   -0,51%

Lebaran jadi sinyal negatif penjualan properti


Kamis, 03 Juli 2014 / 09:13 WIB
Lebaran jadi sinyal negatif penjualan properti
ILUSTRASI. Manfaat buah cempedak untuk kesehatan.


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Tidak semua sektor ikut menuai berkah Lebaran. Sektor properti, misalnya, justru mengalami penurunan penjualan selama puasa dan Lebaran.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghada, penjualan properti menyusut 25%-30% menjelang Lebaran saban tahunnya. "Tahun ini penurunannya bisa lebih dalam lagi karena bertepatan dengan pemilihan presiden," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, Rabu (2/7).

Alhasil, lanjut Ali, pengembang biasanya menunda peluncuran maupun pembangunan proyek tergres sebelum Lebaran. Alasannya lagi-lagi karena penjualan juga tidak terlalu kencang.

IPW sendiri mencatat penjualan properti memang sudah anjlok hingga 49% di kuartal I 2014 menjadi Rp 2,35 trilin dibanding kuartal sebelumnya (quarter to quarter), terutama pada segmen menengah atas. Kondisi ini membuat pengembang harus bekerja keras mengejar target pada semester dua tahun ini.

Satu pengembang yang merasakan efek Lebaran adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA). "Penjualan bisa melemah hingga 50%," ujar Tulus Santoso Brotosiswojo, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Ciputra Development ke KONTAN, Rabu (2/7).

Tahun ini, induk usaha PT Ciputra Property Tbk (CTRP)  dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRA) ini memasang target marketing sales atau pendapatan penjualan Rp 10 triliun. Namun hingga Mei 2014, pengembang ini baru mengantongi penjualan properti Rp 3 triliun atau 30% dari target.

Hasil pendapatan penjualan Ciputra ini menyusut 15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tulus berdalih, marketing sales memang minim karena belum ada proyek baru yang meluncur pada awal tahun ini. Selain itu, likuiditas bank juga sedang seret.
Sentul City pun sama

Toh, Ciputra belum merevisi target marketing sales hingga akhir tahun ini. Tulus bilang, pihaknya akan menggeber peluncuran proyek  anyar di paruh kedua 2014.

Ciputra memang sudah menyiapkan sejumlah proyek baru berupa residensial dan komersial di Jakarta, Serang, Malang, Pontianak, Samarinda, hingga Bali.

Selain Ciputra, PT Sentul City Tbk (BKSL) juga mengalami nasib serupa. Wakil Direktur Utama Sentul City Andrian Budi Utama bilang, biasanya siklus penjualan menurun 30%-40% jelang Lebaran.

Tahun ini, Sentul City membidik  penjualan Rp 2,5 triliun hingga akhir tahun. Ia memperkirakan sampai semester satu 2014, BKSL sudah meraup penjualan hampir Rp 1 triliun atau 40% dari target, naik tipis 2% dari periode serupa tahun lalu. Andrian menuding faktor eksternal seperti pemilu dan loan to value (LTV) sebagai penyebab landainya penjualan.

Untuk menguber target penjualan, BKSL bakal lebih banyak melansir proyek baru pada semester dua tahun ini. "Kami akan meluncurkan beberapa kluster dan apartemen di kawasan Sentul City," ujar Andrian tanpa menjelaskan lebih lanjut.       

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×